Kantor Berita Radio (KBR68H) protes terhadap tindakan karyawan PT TMA (Sinarmas) yang menghalang-halangi dan menyita memory-card yang berisi hasil rekaman hasil peliputan.
Peristiwa tersebut dialami Muhamad Usman adalah reporter yang sedang melakukan reportase penebangan kayu di kawasan hutan eks HPH PT IFA (Industries et Forest Asiatiques) yang masih termasuk wilayahKabupaten Tebo, Jambi, Minggu 14 Maret 2010.
Pada saat melakukan liputan di kawasan tersebut, Usman mendapati beberapa truk yang sedang melakukan bongkarmuat gelondongan kayu berdiameter sekitar 50 centimeter.
Saat itulah belasan orang mendatangi Muhamad Usman dan membawanya ke camp PT Tebo Multi Agro, anak perusahaan Sinarmas Group. Mereka menggeledah tas milik Usman yang antara lain berisi tape recorder merek Marantz dan menyitanya.
Setelah hampir satu jam bernegosiasi, orang-orang yang bekerja untuk PT TMA (Sinarmas) itu bersedia mengembalikan tape recorder kepada Usman, tapi tetap menyita memory-card yang berisi hasil rekaman.
Pemimpin Redaksi KBR68H, Hendratmoko menyatakan, tindakan karyawan PT TMA (Sinarmas) yang menghalang-halangi, apalagi menyita alat rekam Muhamad Usman, jelas merupakan pelanggaran terhadap Undang Undang Pers.
"Kami meminta PT TMA (Sinarmas) segera mengembalikan memory-card Saudara Usman secepatnya dalam keadaan utuh," ujar Hendratmoko melalui keterangan pers yang diterima VIVAnews, Senin 15 Maret 2010. (VivaNews)
15 Maret 2010
Hasil Liputan Disita, KBR68H Protes Sinar Mas
10 Juni 2009
Raja Baudouin Hadiahkan Rp2 Miliar kepada KBR68H
Dewan Gubernur Yayasan Raja Baudouin memutuskan memberikan penghargaan "King Baudouin International Development Prize" dan uang 150.000 euro atau sekitar Rp2 miliar kepada Kantor Berita Radio 68H (KBR68H).
Duta Besar Belgia untuk Indonesia Mare Trenteseau di Jakarta pada Rabu mengatakan, King Baudouin International Development Prize, yang memberikan penghargaan sejak 1978, saat ini memiliki "rujukan klasik" hadiah 150.000 euro diberikan setiap dua tahun oleh dewan gubernur yayasan itu.
"Penghargaan ini juga diberikan kepada pemenang atas keterbukaan dan publisitas internasional," kata Trenteseau.
Trenteseau mengatakan, penghargaan tersebut diserahkan kepada Direktur KBR68H Santoso oleh Piot, ketua yayasan itu, yang dihadiri oleh anggota Kerajaan Belgia di istana negeri tersebut pada 19 Mei.
Ia menambahkan, untuk sumbangsihnya terhadap usaha memajukan taraf hidup masyarakat, KBR68H melakukan penguatan demokrasi, pengembangan toleransi dan peranserta aktif masyarakat.
Dengan cara membuat dan menyebarkan informasi bermutu melalui jaringan radio di daerah dalam memromosikan etika jurnalistik di dunia media.
Tujuan pemberian penghargaan itu adalah untuk memberikan pengakuan terhadap perseorangan atau organisasi, yang memberikan iuran sangat penting terhadap pembangunan di belahan bumi selatan.
"Atau sebagai bentuk kesetiakawanan antara negara industri dan negara berkembang," katanya.
Keistimewaan lain dari penghargaan itu adalah pemenangnya terdiri atas bidang beraneka ragam, mulai dari pemberantasan buta huruf sampai memberikan pendidikan kepada masyarakat pedalaman, alih teknologi, bentuk baru pinjaman dan hak asasi manusia.
Direktur Utama KBR68H Santoso mengatakan, uang hadiah tersebut rencananya digunakan untuk melengkapi sarana dan prasarana di studio radio.
"Mungkin, dana tersebut kami gunakan untuk meningkatkan alat studio, yang lebih canggih," katanya.