30 Desember 2009

Pembahasan Trend 2010 di Radio Nederland

Menabung, kepemimpinan dan spiritualitas sekarang sedang disukai. Berhutang, pakaian dalam, dan warna lembayung sudah tidak mode lagi. Radio Nederland bertanya pada Adjiedj Bakas, pengamat trend Belanda, untuk meramalkan tahun 2010.

Tahun 2010 akan penuh gejolak. Menurut penanggalan Cina, tahun depan adalah tahun Macan Putih. Seperti layaknya seekor macan, maka tahun 2010 akan menjadi tahun yang pasti tidak akan membosankan dan tenang. Demikian pengamat trend Adjiedj Bakas. Guncang-ganjing ekonomi belum akan berakhir. Bakas meramalkan ekonomi masih akan mengalami keterpurukan lagi sebelum resesi berakhir.

Hidup lebih sederhana
Pengangguran akan meningkat tahun 2010 dan Bakas meramalkan konsumen akan berhati-hati dalam mengeluarkan uang. 'Konsumen masih akan berhati-hati, menabung lebih banyak dan hidup lebih sederhana'. Barang bekas masih tetap diminati. Konsumen sangat kritis terhadap harga barang. "Mereka berpikir: saya hanya bisa sekali mengeluarkan uang. Saya harus berhati-hati soal apa dan bagaimana membelanjakan uang'. Lebih mudah untuk menawar, dan berkat internet lebih mudah membandingkan harga.

Putus hubungan pertemanan
Populernya penggunaan media sosial akan menyebabkan gangguan semakin besar tahun depan. Orang-orang terkenal Belanda akan menyaksikan pesan yang mereka sampaikan melalui Twitter berdampak lebih besar dari yang mereka duga. Terkadang ini menjadi alasan untuk berhenti menggunakan nama samaran. Sedangkan orang Belanda lainnya 'putus hubungan pertemanan': meninggalkan teman-teman virtualnya dengan mengeluarkan mereka dari daftar nama di jejaring situs web. Jadi tidaklah percuma kata 'putus hubungan pertemanan' terpilih sebagai kata tahun 2009 di Belanda.

Ketegangan
Di masa ketegangan sosial besar, maka kekerasan domestik, perceraian, dan pertengkaran antartetangga, akan meningkat pula. Obat tidur sangat diminati. "Selalu demikian, di masa resesi orang tidur kurang nyenyak." Bakas juga melihat cinta dan gairah sebagai tema penting tahun 2010. Jatuh cinta di usia senja, akan semakin sering terjadi di tahun 2010. Orang-orang di usia 40 dan 50 tahun akan semakin banyak menyaksikan orangtua mereka bercerai dan jatuh cinta kembali. ''Kita akan banyak menjumpai orang tua yang memulai hubungan baru. Kita juga akan semakin mudah menerima hal itu', kata Bakas.

Anggaran
Konsumen berhemat, tapi juga menyisihkan uang untuk hal-hal menyenangkan. Bakas meramalkan sekitar 10% pendapatan pertahun akan ditabung untuk hal ini. Orang dengan uang sedikit akan membeli misalnya sepatu baru dan iuran klub olah raga. 'Konsumen berpikir: saya akan berhemat selama tiga minggu untuk tidak membeli pakaian, kemudian saya akan beli pakaian baru yang sangat saya sukai'. Yang lainnya akan beli permata atau berlibur. 'Anggaran untuk hal-hal menyenangkan ini akan mampu mempertahankan suasana hati'.

Di masa ketidakpastian, sebagian besar orang akan lebih menghargai penampilan. Penampilan acak-acakan tidak lagi disukai di tahun 2010 karena orang tidak akan membiarkan dirinya kehilangan pekerjaan atau tidak mendapat promosi hanya gara-gara penampilan. Bahan dari kulit, baik yang palsu maupun asli, akan semakin populer. Apabila menyangkut lingkungan, maka warga akan semakin jenuh. "Mereka jenuh dengan hingar-bingar eko yang melanda negeri ini".

Babi kecil akan menjadi binatang piaran baru di tahun 2010, dan anjing ras chihuahua tidak diminati lagi. Babi mini ini diternakkan secara khusus untuk dijadikan binatang rumah. "Anda lihat film di youtube, sudah ada banyak komunikasi mengenai ini di internet. Di Belanda, anda bisa buka situs minivarkentjes.nl, di mana orang saling bertukar tips mengenainya. Memang itu binatang yang sangat cantik dengan ekor melingkar, dan sangat pintar. Umurnya lebih panjang dari seekor kucing atau anjing dan orang menyukai ini." (RNW)

Read More ..

27 Desember 2009

Poster Iklan Pesawat Radio Jadul

Moderator Dunia Radio teringat akan poster tua yang mengiklankan pesawat radio untuk hadiah natal dan tahun baru, tapi bukan poster di Indonesia, melainkan poster iklan dari nagari sono. Poster tersebut juga bukan punya moderator, tapi punya orang lain yang masih tersimpan sejak natal 1968. Hmm, bisa jadi pajangan yang unik dan klasik tuh di studio radio kita.

Read More ..

25 Desember 2009

Moderator blog dan milis Dunia Radio mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2009 kepada saudara-saudaraku yang merayakannya dan juga Selamat Tahun Baru 2010 bagi kita semua. Semoga tahun 2010 akan menjadi tahun yang lebih baik dari tahun sebelumnya, baik dalam karya, karsa maupun pencapaian kehidupan kita. Semoga radio di Indonesia juga semakin banyak pendengarnya, sehingga banyak iklan-iklan yang menatruh harapan dengan media radio tersebut.

Salam Radio!

Read More ..

23 Desember 2009

RRI Beri Ruang Khusus Pada Perempuan

Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) memberikan ruang khusus bagi pendengar perempuan guna menampung aspirasi `kaum hawa` yang dinilai masih sangat minim.

"Kaum perempuan sebenarnya memiliki ide dan pemikiran yang tidak kalah dibanding kaum laki-laki sehingga layak diberi ruang khusus," kata Dirut LPP RRI Parni Hadi dalam dialog nasional interaktif di Palu, Selasa malam.

Parni Hadi juga mengatakan, wanita sudah sepantasnya memegang peranan dalam pembangunan bangsa.

Pemberian ruang khusus itu adalah salah satu bentuk penghargaan kepada wanita agar lebih berperan dalam pembangunan bangsa. Pemberian ruang khusus kepada wanita itu sendiri berupa siaran yang membahas perempuan dan segala permasalahannya.

Sementara itu, anggota DPD RI Nurmawati Dewi Bantilan mengapresiasi RRI yang memberi ruang khusus bagi wanita. "Wanita jangan selalu dipandang sebelah mata. Jika diberi kesempatan pasti mereka juga bisa menunjukkan kemampuannya," ujarnya.

Dia juga berharap DPR harus sesegera mungkin membuat undang-undang yang mengatur perdagangan manusia (human trafficking) untuk melindungi kaum wanita.

"Banyak wanita yang menjadi korban `human trafficking` karena ketidaktahuannya. Olehnya, harus ada peraturan yang bisa menyelamatkan mereka," kata anggota DPD RI asal Sulawesi Tengah ini. (Berbagai sumber)

Read More ..

13 Desember 2009

Radio Pemkab Kukar Mesti Hadirkan Siaran Berkualitas

"Perkembangan teknologi dan informasi saat ini, telah memberikan pengaruh yang baik terhadap pemenuhan kebutuhan informasi kepada masyarakat. Pilihan media informasi sebagai alternatif peningkatan pengetahuan dan wawasan telah memberikan warna terhadap perkembangan sosial budaya masyarakat," ujar Kabag Ortal Setkab Kutai Kartanegara (Kukar), Kasim, ketika membuka acara Bimbingan Teknis (Bintek) Penyiaran Radio di Kaltim, kemarin.

Untuk itu, lanjut Kasim, siaran RPK sebagai salah satu media informasi yang hadir di masyarakat, harus mampu menghadirkan siaran berkualitas di setiap segmennya. Baik sebagai penyebarluasan informasi pembangunan daerah maupun sebagai penyedia hiburan bagi masyarakat, sehingga stasiun radio RPK benar-benar menjadi ikon pembangunan Kukar.

"Capaian pembangunan di Kukar saat ini telah mencapai kondisi yang cukup menggembirakan, yang terlihat dari meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah secara siginifikan pada tahun 2009 ini, hal ini menunjukkan pembangunan disetiap sektor di Kabupaten Kutai Kartanegara telah mengalami peningkatan yang cukup baik, kondisi ini tentunya tidak terlepas dari akses informasi yang diterima masyarakat," kata Kasim.

Kebijakan dan program pemerintah daerah dapat tersosialisasikan dengan baik melalui berbagai media yang ada, termasuk melalui penyiaran RPK. Oleh karena itu, aset yang kita miliki ini harus diperkuat lagi dengan kemampuan personil pengelolanya. Sehingga kemasan acara yang ditampilkan memiliki kualitas lebih baik serta sesuai kebutuhan masyarakat.

"Kepada seluruh peserta bimtek agar dapat memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya, untuk menggali informasi dan pengetahuan tentang penyiaran radio yang baik dan profesional, hingga pada akhirnya personil Radio Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memilki kualifikasi yang tangguh dan kompetitif dalam rangka membawa RPK menjadi kebanggaan masyarakat Kukar," tambah Kasim. (KPI)

Read More ..

12 Desember 2009

104 Radio di Bojonegoro Ilegal

Sebanyak 104 radio di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum memiliki izin mengudara atau ilegal. "Di Bojonegoro, berdasarkan komisi penyiaran Indonesia (KPI) hanya diperbolehan ada sembilan chanel radio," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bojonegoro, Djindan Moehdin, dalam dengar pendapat dengan Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, bulan lalu.

Menurut dia, dengan ketentuan dari KPI itu, berarti keberadaan radio di Bojonegoro, sudah tidak bisa bertambah lagi. Dari sembilan chanel tersebut, sudah ada tujuh radio yang memperoleh izin langsung dari KPI dan lainnya satu radio publik milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan satu radio komunitas. "Di luar sembilan radio itu, kami menganggap ilegal," katanya.

Kominfo, kata Djindan, tidak memiliki kewenangan untuk melarang dan melakukan penertiban atas keberadaan radio ilegal di Bojonegoro. Sesuai ketentuan yang ada, yang memiliki kewenangan menghentikan keberadaan radio ilegal tersebut hanya KPI. "Kami memang bisa melaporkan keberadaan radio ilegal tersebut sebagai aduan kepada KPI," katanya menjelaskan.

Namun, lanjutnya, selama ini, yang dilakukan yakni hanya sebatas memberikan himbauan kepada radio ilegal tersebut, selama mengudara, tidak melampaui etika yang ada di masyarakat. Di samping itu, Djindan menyebutkan, di Bojonegoro, ada dua stasiun televisi yang sudah resmi, karena sudah memiliki izin."Meski keberadaan dua stasiun televisi tersebut baru 2009 ini, keduanya sudah memiliki izin," katanya.

Menanggapi keberadaan radio ilegal itu, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, M. Fauzan meminta, Dinas Kominfo Bojonegoro, mencari pemecahan keberadaan radio ilegal di Bojonegoro. Di antaranya, Pemkab Bojonegoro, mengeluarkan ketentuan yang memberikan kewenangan kepada kominfo untuk melarang radio ilegal itu, beroperasional. (Antara)

Read More ..

11 Desember 2009

KPID Sulsel Tegur Salah Satu Radio di Maros

Diduga belum melakukan proses perizinan penyiaran, salah satu radio di Kabupaten Maros yakni Radio BSFM mendapatkan teguran keras dari KPID Sulawesi Selatan (Sulsel). KPID Sulsel meminta agar radio BSFM mematuhi UU No.32 tahun 2002 tentang Penyiaran terutama meyangkut proses perizinan seperti yang tercantum dalam Pasal 33 ayat (1) UU Penyiaran. Hal itu diungkapkan dalam surat teguran KPID Sulsel ke pimpinan Radio BSFM, Senin (7/12).

Dalam surat tersebut juga dijelaskan bahwa teguran yang dilayangkan oleh KPID Sulsel didasarkan atas aduan yang disampaikan masyarakat kepada KPID dan juga temuan yang didapatkan KPID. Selain itu, jelaskan KPID Sulsel mengkategorikan radio BSFM sebagai radio illegal karena sudah melakukan praktek penyiaran tanpa dilengkapi dengan perizinan penyiaran.

Pada kesempatan itu, KPID Sulsel juga meminta radio BSFM untuk segera memberikan klarifikasi secara lisan ataupun tertulis paling lambat 7 (tujuh) hari setelah surat teguran tersebut diterima.

Read More ..

05 Desember 2009

Radio Milik Pemerintah Depok Ditargetkan Siaran Bulan Depan

Tak lama lagi, Pemerintah Kota Depok akan memiliki radio sendiri. Dinas Komunikasi dan Informasi menargetkan radio ini akan mulai menyapa para pendengarnya pada Januari 2010.

Kepala Seksi Pengendalian Pos Telekomunikasi dan Penyiaran Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Depok Wimbo Asmoro mengatakan rencana pembuatan radio saat ini masih berada dalam tahap perizinan Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) melalui Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah. “Rencananya target uji coba siaran pertengahan Desember. Jadi Januari sudah bisa mulai siaran,” kata Wimbo kepada wartawan di ruangannya, Kamis (3/12).

Menurut Wimbo, kemungkinan besar radio tersebut akan diberi nama Cahaya FM. Nama tersebut dipilih sesuai dengan misi dari radio yakni memberikan pencerahan dan informasi kepada masyarakat Depok. Penyiar radio akan diambil dari beberapa pegawai negeri sipil dan juga akan merekrut satu sampai dua orang penyiar dari luar.

Wimbo mengatakan radio ini nantinya akan dikemas seperti radio berita tetapi juga menyisihkan juga ruang untuk hiburan. “Ada berita tentang kondisi terkini tapi ada juga hiburan musiknya. Pokoknya kita rancang supaya tidak monoton,” kata dia.

Ruangan siaran akan terletak di lantai satu gedung Balai Kota Depok, bersebelahan dengan ruang Humas. Sedangkan ruang tamu berada di lantai lima. Rencananya waktu siaran berkisar dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB. Ketika ditanya mengenai anggaran yang dikeluarkan untuk membuat radio ini, Wimbo dengan tegas mengatakan tidak tahu angkanya secara pasti.(Tempo Interaktif)

Read More ..

The 7th Annual Elshinta Award 2009

Edaran dari Humas Elshinta:

Radio Elshinta hari ini (2/12/2009) menggelar The 7th Elshinta Award 2009, acara penghargaan kepada mitra usaha atas kerjasamanya dengan Radio Elshinta dan Elshinta Media Group, di Planet Hollywood, Jakarta.

Elshinta Award digelar secara rutin setiap tahunnya, dimana penghargaan diberikan kepada mitra usaha Elshinta sebagai wujud apresiasi atas kerjasama yang terjalin selama ini.

"The 7th Elshinta Award 2009" memberikan lima kategori penghargaan, yaitu:

1. The Best Performer, diberikan kepada mitra usaha yang dinilai melakukan pembayaran terbaik, terbanyak dan selalu tepat waktu. Penerimanya adalah PT. Sinde Budi Sentosa.

2. The Most Loyal Ad, diberikan kepada mitra usaha yang loyal memasang iklannya di Radio Elshinta secara rutin. Penerimanya adalah Kota Harapan Indah.

3. The Giant Brand, diberikan kepada brand atau merk iklan dengan belanja iklan yang terbesar. Penerimanya adalah Lasegar.

4. The Giant Agency, diberikan kepada agency dengan belanja iklan terbesar di Rado Elshinta. Penerimanya adalah Tactics Agency.

5. Listener`s Favourite Ad atau iklan terfavorit pilihan pendengar yang dipilih melalui polling. Penerimanya adalah Telkom Speedy.

6. Elshinta Award for Televisi, diberikan kepada produk yang paling banyak beriklan di ETV Jakarta. Penerimanya adalah Yamaha Motor.

7. Elshinta Award for Majalah, diberikan kepada produk yang paling banyak beriklan di Majalah Elshinta. Penerimanya adalah Sriwijaya Air.

Kategori lain diberikan kepada pendengar pada hari ulang tahun Radio Elshinta, 14 Februari nanti, yaitu penghargaan "We Listen Award", yang diberikan kepada pendengar yang paling banyak memberikan saran, keritik, masukan, info, dll. selama tahun 2009. Siapa-siapa saja mereka? Kita tunggu tanggal mainnya.

Read More ..

27 November 2009

Poster Iklan Radio Jadul


Ini adalah poster iklan transistor Zenith tahun 1959

Read More ..

11 November 2009

Menuju Siaran Sehat dan Mendidik

Dialog Publik yang diadakan di Graha Gading Karang, Bandar Lampung pekan lalu (7/11) berjalan dengan lancar, dengan mengangkat tema “Menuju Siaran dan Tonton yang Sehat dan Mendidik”. Sebelum berlangsungnya acara dibuka dengan penyerahan Rekomendasi Kelayakan (RK) kepada beberapa stasiun radio dan TV di daerah tersebut.

Anggota bidang perizinan, Izzul Muslimin menjelaskan, betapa besar pengaruh TV di Indonesia, banyaknya stasiun TV yang berpacu mengejar rating. Akibatnya perusahaan iklan sangat mengandalkan rating untuk mendapatkan keuntungan. Sehingga inilah yang terkadang terjadi persaingan kurang sehat dan menomorduakan kualitas suatu acara

Ansyori Bangsaradin SH, Ketua KPI Daerah Lampung mengatakan untuk di daerah Lampung, ada sisi yang harus dibenahi selain isi siaran TV yaitu perizinan siarannya. Kondisi penyiaran lampung sudah pada tahap proses dan perbaikan. Ada enam stasiun televisi swasta yang mengajukan izin siaran, dan sudah lima stasiun televisi yang sudah bersiaran yaitu: Lampung TV, Siger TV, Tegar TV, Radar TV, dan Krakatau TV. Kini izin dari lembaga penyiaran itu sudah sampai pada tahap Forum Rapat Bersama (FRB).

Sedangkan gambaran tentang bagaimana kodisi TV Lampung dan radio lokal di Lampung dipaparkan oleh Ahmad Novriwan, Ketua Bidang Pengawasan KPI Daerah Lampung. Dia memaparkan sebelum ada KPI Daerah, TV dan Radio lebih pada tataran hobi dan izinnya baru sebatas Izin Gubernur, bahkan banyak sekali yang tidak berizin.

Salah seorang peserta menanyakan selain perizinan dari stasiun TV yang dalam proses perbaikan, bagaimana dengan isi dari siaran TV tersebut. Karena masih banyak tayangan, seperti pembodohan, penyesatan dll tetapi masih saja dapat bersiaran. Izzul menjelaskan, KPI hanya mengikuti aturan UU yang berlaku, dan tidak semua acara yang tidak mendidik itu melanggar.

Jadi disini peran masyarakatlah yang menentukan apakah siaran itu sehat dan mendidik atau tidak. KPI dan KPI Daerah mempunyai kewajiban untuk menyampaikan seluruh keluhan masyarakat kepada lembaga penyiaran. Keluhan yang melanggar atau tidak melanggar P3 (Pedoman Perilaku Penyiaran) dan SPS(Standar Program Siaran) wajib disampaikan oleh KPI dan KPI Daerah jelas Izzul.

Selain Anggota KPI Pusat dan Ketua KPI Daerah Lampung, hadir juga Dosen Universitas Bandar Lampung, Salim Alatas sebagai narasumber. Untuk para pesertanya dihadiri oleh beberapa Universitas, seperti UBL (Universitas Bandar Lampung), IAIN (Institut Agama Islam Negeri), UTB (Universitas Tulang Bawang dan UNILA (Universitas Lampung). Serta stasiun radio, TV dan media lainnya.

Read More ..

05 November 2009

KPID Sulbar: Penyegelan Radio Sudah Sesuai Prosedur

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat (Sulbar) menyatakan penyegelan terhadap lembaga penyiaran di kabupaten Mamuju sudah sesuai prosedur, pasalnya lembaga penyiaran yang terpaksa disegel itu belum satupun yang mengantongi izin.

KPID Sulbar menyatakan selama ini sudah membantu dan memberi banyak kesempatan kepada lembaga penyiaran untuk mengurus perizinan, namun lembaga penyiaran tidak serius mengurus legalitasnya.

Anggota KPID Sulbar, Andi Fachriadi, (3/11) membantah secara tegas bahwa penyegelan enam lembaga penyiaran Radio di Mamuju pekan lalu disebabkan mandegnya pengurusan izin di KPID Sulbar.

Pekan lalu, Balai Monitoring (Balmon) wilayah Makassar bersama KPID Sulbar dan didampingi aparat keamanan menyegel enam radio di Kabupaten Mamuju. Dua diantaranya merupakan milik pemerintah, yaitu milik Pemprov Sulbar yakni Radio Banua Malaqbiq (RBM) dan Radio Suara Manakarra (RaS FM) yang dikelola Pemkab Mamuju.

Bantahan Fachriadi ini terkait dengan pernyataan konsultan salah satu lembaga penyiaran, RaS FM Mamuju bahwa proses perizinan lembaga penyiaran mengendap di KPID.

"Justru RaS FM yang tidak kunjung melengkapi persyaratan, dari 64 item yang harus dilengkapi, ternyata baru 24 item yang diisi, jadi kita kembalikan lagi berkasnya, beberapa hal prinsip yang belum dilengkapi itu adalah keharusan adanya Dewan Pengawas dan lembar visi misi," kata Fachriadi.

Menurutnya, saat pihaknya menemukan ketidaklengkapan berkas RaS FM, KPID langsung mengembalikan dengan tujuan agar dilengkapi sehingga izin segera bisa diterbitkan. "Tapi setelah kami kembalikan bulan Ramadhan kemarin, sampai sekarang kami tunggu belum ada juga yang diserahkan berkasnya," jelasnya.

Ia menegaskan keberadaan dewan pengawas adalah hal yang mutlak harus dipenuhi radio yang berstatus lembaga penyiaran radio publik yang dikelola dan mendapat kucuran dana dari APBD.

Read More ..

30 Oktober 2009

KPID Sulbar Segel Sejumlah Radio

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat (Sulbar) bersama dengan Balai Monitoring (Balmon) frekuensi melakukan penyegelan terhadap lembaga penyiaran yang belum memiliki izin penyiaran di kota Mamuju ibukota provinsi Sulbar, akhir pekan lalu.

Dibantu dengan aparat seperti kepolisian, kodim, kejaksaan dan pengadilan, tim ini menyegel 6 (enam) radio yang terdiri dari 1 lembaga penyiaran swasta jasa radio, 2 lembaga penyiaran publik lokal radio masing-masing radio Banua Malaqbi milik pemerintah provinsi Sulbar dan radio Suara Manakarra milik Pemda kabupaten Mamuju dan 3 lembaga penyiaran komunitas.

Ketua Tim penertiban, Andi Fachriady Kusno yang juga anggota KPID Sulbar mengatakan bahwa tujuan penyegelan ini merupakan bagian dari tugas masing-masing insransi terkait dengan bidang penyiaran.

Lebih lanjut, kara Andi, ke 6 radio tersebut sudah diperingati terlebih dahulu sebelum dilakukan penyegelan namun mereka tidak mengindahkan bahkan sebagian memutarkan iklan niaga. ”Kami tidak memandang lembaga penyiarannya sehingga radio yang dikelolah oleh pemerintahpun tidak luput dari penyegelan ini,” tegasnya.

Jalannya razia ini, menurut Andi, berlangsung dengan aman tanpa adanya perlawanan dari pihak lembaga penyiaran. Dia juga menambakan, untuk membuka segel tersebut dan mengudara maka harus segera mengurus perizinan lewat KPID, dengan ketentuan yang telah ditetapkan. (KPI)

Read More ..

29 Oktober 2009

RRI Bukan Satu-satunya Lembaga Penyiaran

Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Rudy Ariffin , mengingatkan, Radio Republik Indonesia (RRI) harus menyadari karena bukan lagi satu-satunya lembaga penyiaran, tetapi justru berada di tengah semakin ketatnya kompetisi media, baik dalam informasi maupun komunikasi massa.

Lebih jauh dikatakan, kalau dulu RRI mempu menjadi satu-satunya media dengan jangkauan yang luas. Tetapi sekarang ini RRI harus membuka mata, jika media semakin berkembang dengan kehandalan teknologi yang tak terbendung lagi.

"Bahkan kita lihat telah terjadi konvergensi antara kelompok telekomunikasi, komputer dan penyiaran," ujar gubernur, dalalm sambutan tertulis yang disampaikan Staf Ahli Hukum dan Politik Pemperov Kalsel HD Masdjaya SH MH, Selasa kemarin

Dalam acara pisahan sambutan Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Banjarmasin, antara pejabat yang lama Tuanakotta digantikan oleh Hj Ersna Prahesti tersebut, Rudy menyampaikan, untuk itu ke depannya RRI harus mencermati situasi untuk berbuat lebih baik dalam penyampaian dunia informasi dan komunikasi massa.

Apalagi dengan berubahnya peran RRI sebagai LPP, maka dituntut untuk lebih peka terhadap perkembangan masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat serta kemasan program yang bagaimana paling digemari mereka.

"Saya masih menyakini RRI tetap memiliki keunggulan dan peluang. Faktor ini harus dijadikan spirit yang manpu mendorong RRI untuk melakukan pengembangan program yang semakin kompetitif, cerdas dan berkualitas," sebutnya.

Dikatakannya, sekitar ini program yang ditawarkan sangat dipengaruhi oleh tuntutan pasar. Akan tetapi dalam pemberian pelayanan informasi kepada masyarakat yang dikemas dalam program acara seyogianya tidak melepaskan identitas dan akar budaya bangsa.

Acara pisah sambutan tersebut, juga dihadiri oleh Direktur Sumber Daya Teknologi LPP RRI Pusat, Drs Taufiq Bachtiar MM dan Dewan Pengurus LPP RRI, Gatot Sriyono.

Sementara, Drs Tuanakatto sudah dua tahun menjabat sebagai Kepala LPP RRI Banjarmasin. Selanjutnya, ia akan meneruskan tugasnya di LPP RRI Semarang.

Sedangkan Hj Ersna Prahesty sendiri meniti karirnya di RRI Banjarmasin, kemudian sempat menjadi Kepala Bagian Manajer Senior di LPP RRI Semarang dan terakhir menjabat Kepala LPP RRI Cirebon. Akhirnya 'Urang Banua' itu kembali lagi ke kampung halamnnya menjadi Kepala LPP RRI Banjarmasin.

Read More ..

28 Oktober 2009

KPID Sulbar Minta LP Radio Urus Izin

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat (Sulbar), mengimbau agar pemilik stasiun radio pemerintah ataupun swasta di wilayah itu segera melakukan pengurusan izin penyiaran ke KPID Sulbar.
"KPID Sulbar dengan Balai Monitor (Balmon) frekuensi Radio kelas II Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, sudah sangat bijaksana dalam melakukan penyegelan setiap stasiun Radio pemerintah dan swasta yang tidak memiliki izin untuk mengudara di wilayah ini,"kata anggota KPID Sulbar Andi Facriadi di Mamuju," Senin kemarin.Ia mengatakan, kebijakan yang diberikan kepada pemilik stasiun Radio pemerintah dan swasta yang disegel tersebut yakni dengan tidak menyita peralatan Radio yang mereka gunakan untuk menyiar dan mengudara tanpa izin.Sehingga kata dia, kebijakan tersebut mestinya juga harus dihargai para pemilik stasiun Radio pemerintah dan swasta daerah ini dengan melakukan pengurusan ijin siaran ke KPID Sulbar."Kami selama ini masih mentolerir stasiun Radio yang illegal dalam beroperasi, yakni dengan tidak menyita alat peyiaran Radio mereka, tetapi hanya melakukan penyegelan bersama Balmon frekuensi Radio kelas II Makassar,"ujarnya.Namun kata dia, jika penyegelan tersebut tidak juga diindahkan sebagai sebuah bentuk peringatan untuk segera melakukan pengurusan izin penyiaran, maka kami akan memberikan tindakan dan sanksi yang tegas.Ia mengancam jika stasiun radio di wilayah itu tidak segera melakukan pengurusan iZin maka pihaknya akan memberikan sanksi yang tegas kepada setiap stasiun radio yang membangkan karena telah melanggar aturan dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang telekomunikasi."Jika stasiun radio tidak mengurus izin dalam waktu dekat ini maka kami tidak akan segan-segan menyita alat peralatan mereka ,"ujarnya
Sebelumnya KPID Sulbar dan Balmon frekuensi Radio kelas II Makassar menyegel dua stasiun radio milik pemerintah di Mamuju yaitu Radio Banua Malaqbi (RBM) milik Pemerintah Provinsi Sulbar, dan Radio Suara Manakarra milik Pemerintah Kabupaten Mamuju.Selain itu juga menyegel tiga radio komunitas, dan satu radio publik yang bersiaran tanpa izin, yakni Radio Tasha News, Radio Gelamor FM dan Radio Gozilla, serta Radio M-Tree. (KPI)

Read More ..

26 Oktober 2009

Dua Stasiun Radio Pemerintah Disegel

Dua stasiun radio milik pemerintah di Kab Mamuju, Sulbar, Jum'at lalu, disegel Balai Monitor (Balmon) Frekuensi Radio kelas II Makassar, karena tidak memiliki izin siaran.Penyegelan dua stasiun radio milik pemerintah di Kota Mamuju itu dilakukan Balmon Frekuensi Radio kelas II Makassar bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulbar, dibantu aparat Kodim dan Polres Mamuju.Petugas melakukan penyegelan saat digelar razia terhadap stasiun radio yang tidak memiliki izin siaran di Mamuju.Dua stasiun radio yang disegel tersebut yaitu Radio Banua Malaqbi (RBM) milik Pemerintah Provinsi Sulbar, dan Radio Suara Manakarra milik Pemerintah Kabupaten Mamuju.Balmon Makassar juga melakukan penyegelan terhadap tiga radio komunitas, dan satu radio publik yang melakukan siaran tanpa izin, yakni Radio Tasha News, Radio Gelamor FM dan Radio Gozilla, serta Radio M-Tree.Petugas Balmon Frekuensi Radio kelas II Makassar Jefry Massekke mengatakan penyegelan dilakukan karena stasiun radio tersebut beroperasi atau siaran tanpa izin, sehingga melanggar Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang telekomunikasi.Menurut dia, ancaman pidana terhadap pelanggaran itu dapat dikenakan hukuman penjara selama empat tahun serta denda Rp.400 juta.Namun, kata dia, karena seluruh pemilik stasiun radio tersebut berjanji akan mengurus izin operasi/siaran, maka sanksi yang diberikan hanya berupa pembinaan dengan menyegel stasiun radio mereka."Kami masih mentolerir dan belum menyita seluruh perlengkapan yang dimiliki masing-masing radio yang disegel itu, karena mereka telah membangun komitmen dengan KPID Sulbar untuk segera mengurus izin siarannya," katanya.Ia mengatakan jika dalam waktu dekat mereka tidak mengurus izin tersebut, maka peralatan yang dimiliki sejumlah stasiun radio itu dapat disita.Sementara itu, anggota KPID Sulbar Andi Fachruddin meminta kepada stasiun radio yang telah disegel dapat segera melengkapi perizinannya agar dapat kembali mengudara."Kami meminta kepada stasiun radio tersebut untuk mengurus perizinannya, karena semuanya sudah diatur dalam undang-undang telekomunikasi.

Read More ..

23 Oktober 2009

SDM Penyiaran Radio Masih Minim

Minimnya sumber daya manusia (SDM) penyiaran yang profesional terdapat disejumlah daerah termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB). Akibatnya, penanganan lembaga penyiaran hanya dilakukan ala kadarnya alias tidak mumpuni atau professional. “Banyak radio yang dikelola dengan manajamen on man show alias dikelola secara tumpang tindih. Kadang seorang penyiar merangkap menjadi sales hingga jadi penjaga malam,” kata Wakil Ketua KPID NTB, Sukri Aruman, beberapa waktu lalu di Mataram, Lombok.Akibatnya, jelas Sukri, ini berpengaruh pada isi siaran radionya yang dikemas secara asal-asalan. Misalnya, dalam program berita, ada radio yang melansir berita di koran tapi tidak menyebutkan sumber berita yang jadi rujukan. “Seolah-olah berita itu hasil liputan sang penyiar, padahal dia mengutip dari media cetak. Ini jelas sebuah kesalahan fatal dan melanggar kode etik jurnalistik,” tambahnya.Selain itu, ada beberapa contoh kesalahan yang timbul dari pengelolaan radio yang tidak profesional. Misalnya, ada radio yang membuat program konsultasi kesehatan secara interaktif tanpa melibatkan ahlinya dan hanya mengandalkan kemampuan si penyiar yang sama sekali tidak mempunyai latar belakang keilmuan yang relevan dan memadai. “Ini ditakutkan bisa menyesatkan karena tidak ada jaminan soal kebenaran informasi tersebut,” kata Sukri.Meskipun demikian, ungkap Sukri, di NTB masih terdapat sejumlah radio yang dikelola secara baik dan profesional. “Jumlah tidak banyak, hanya sedikit saja yang memenuhi kriteria lembaga penyiaran yang profesional ,” ungkapnya.

Read More ..

22 Oktober 2009

Isi Siaran Radio di NTB Didominasi Hiburan

Wakil Ketua KPID NTB, Sukri Aruman mengungkapkan, hampir sebagian besar isi siaran radio yang bersiaran di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) didominasi acara hiburan. Rata-rata isi program siaran hiburan dikuasai acara request lagu dan ajang curhat dan program itu termasuk program unggulan. “Program-program tersebut bersiaran pada waktu prime time dan hampir sebagian besar menyiarkan program-program seperti itu,” kata Sukri ketika berlangsungnya literasi media di NTB, beberapa waktu lalu.Menurut Sukri, jika berkaca dengan UU No.32 tahun 2002 tentang Penyiaran, mestinya lembaga penyiaran wajib melaksanakan empat fungsi media secara proporsional yakni fungsi pendidikan, sumber informasi dan pengetahuan, media kontrol dan perekat sosial.“Saya berharap semua lembaga penyiaran tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan tetapi lebih mengutamakan fungsi-fungsi sosial yang diwajibkan UU Penyiaran,” tegas Sukri. (KPI)

Read More ..

19 Oktober 2009

Acara Radio "Asli Indonesia" Tidak Disiarkan di Jakarta?

Mungkin tulisan yang saya muat ini sudah 'out of date', tapi paling tidak menjadi referensi kita semua para "RadioMania" untuk mengetahuinya bahwa pernah ada acara radio seperti dibawah ini. Sayangnya, acara tersebut tidak disiarkan oleh station radio di Jakarta. adaTerima kasih.

Setelah sukses dengan Trumped! with Donald Trump dan American Top 40 (AT40), Radio Circle Indonesia meluncurkan program sindikasi radio pertama di Indonesia yang menampilkan musik dan musisi Indonesia dalam Asli Indonesia.

Program ini disiarkan oleh lebih 25 radio di 25 kota di Indonesia dimana jumlahnya akan terus bertambah dan hanya disiarkan oleh satu radio dalam satu kota. Hal ini yang membuat Asli Indonesia menjadi eksklusif. "Ini merupakan program acara yang benar-benar `asli Indonesia', apalagi belum ada program seperti ini di Jogjakarta", tandas Dwi Rusyanto dari Radio Geronimo FM Jogjakarta. Program Manager yang lebih akrab disapa Sanny ini, juga menegaskan bahwa radio yang menyiarkan acara Asli Indonesia merupakan radio-radio terpilih.

Program berdurasi 120 menit ini akan dipandu oleh Tizza Radia. Program acara `Asli Indonesia' menambah daftar panjang pengalaman cewek berbakat ini. Menjadi announcer di salah satu radio swasta terkemuka di Jakarta pernah dijalaninya, selain itu juga menjadi scriptwriter di beberapa televisi swasta Indonesia. Ternyata, tidak cukup sampai disitu, bermain teater dan acting di beberapa judul film seperti Siapa Takut Jatuh Cinta, Ekskul, Ghost School, dan beberapa judul lainnya juga sempat dilakoninya.

Partisipasi radio yang ikut menyiarkan Asli Indonesia menjadi bagian unik dari program acara ini. Setiap radio harus memberikan reportase singkat mengenai informasi dari daerah mereka masing-masing. "Melibatkan local station untuk bersama-sama membangun program acara Asli Indonesia menjadi bagian yang penting", kata Henry Vienayoko, Direktur Radio Circle Indonesia. Menurutnya, partisipasi semacam ini akan lebih memberikan emotional touch kepada pendengar Asli Indonesia di masing-masing kota. "Dan pecinta musik Indonesia berkesempatan untuk dapat mengenal lebih dekat musisi-musisi Indonesia dan mengikuti perkembangan musik serta informasi yang semuanya Asli Indonesia", tambah Henry Vienayoko.

Program Asli Indonesia menghadirkan budaya Indonesia melalui musik, artis dan informasi yang benar-benar asli Indonesia. Radio merupakan pilihan media dimana musik dihadirkan personal kepada pendengarnya. Menghadirkan Indonesia ke masyarakat melalui musik merupakan salah satu kontribusi untuk membangun Indonesia. Radio Circle bersama perusahaan rekaman yang mendukung acara Asli Indonesia memberikan musik yang berkualitas khususnya musik Indonesia, salah satunya adalah demajors Independent Music Industry (DIMI). "Saya senang sekali untuk mendukung Asli Indonesia, karena demajors sendiri ingin mengembangkan musik industri tanah air dan ini merupakan peluang yang bagus", kata David Karto selaku Direktur demajors.

Acara Asli Indonesia, disiarkan oleh radio-radio terkemuka di Indonesia mulai dari Aceh hingga Ambon, di antaranya Star FM Medan (KISS FM Group), Geronimo FM Yogyakarta, Madama FM Makassar dan Makobu Malang. Selain pasar Indonesia, program Asli Indonesia ini juga akan disiarkan di beberapa negara di luar negeri melalui jaringan Premiere Radio Networks (anak perusahaan Clear Channel Communication USA).

Saat ini telah ada beberapa perusahaan yang mempercayakan produknya untuk berada di Asli Indonesia, salah satunya adalah PT. Holcim Indonesia Tbk. "Mendukung program Asli Indonesia adalah pilihan tepat. Karena ini merupakan berinvestasi yang sangat bernilai", kata Deananda Sudijono, Brand Development PT. Holcim Indonesia Tbk. Menurutnya Asli Indonesia dapat menjangkau target konsumennya dengan luas di seluruh Indonesia. "Asli Indonesia juga didukung oleh media promosi yang terintregrasi dan tentunya diproduksi oleh perusahaan audio solution yang telah memiliki reputasi", tambahnya.

Catatan untuk Editor
Mengenai Radio Circle Radio Circle Indonesia, PT adalah menyedia layanan bagi industri penyiaran khususnya radio, televisi dan griya produksi, mulai dari station identification imaging, production library, hingga program radio sindikasi, Radio Circle Indonesia juga merupakan perwakilan dari Jones TM, Inc (anak perusahaan dari Jones, Inc), Premiere Radio Networks (anak perusahaan dari Clear Channel Communication, Inc), United Stations Radio Networks, dan Launch Radio Networks yang berpusat di Amerika Serikat. Salah satu program dari Radio Circle yang masih diudarakan hingga saat ini adalah Trumped! with Donald Trump di Trijaya Network.
Radio yang berpartisipasi dalam Asli Indonesia Star 104.6 FM Medan, Gemaya 104.5 FM Balikpapan, Ash Bone 96.8 FM Banjarmasin, Nikoya 106 FM Banda Aceh, Lesitta 101.9 FM Bengkulu, Mendoza 107 FM Duri, Papeja 101.8 FM Lubuk Linggau, PiSS 102.7 FM Ciamis, TOP 91.80 FM Cilegon, Madama 87.7 FM Makassar, Madika 91.7 FM Kupang, AR 92.9 FM Cimahi, Pilar Radio 88.6 FM Cirebon, Geronimo 106.1 FM Yogyakarta, Andalas 102.7 FM Lampung, GSP 101.1 FM Jambi, Sing 105.5 FM Batam, Idola FM Semarang, Monaria 101.8 FM Pekanbaru, KC-10 87.9 FM Indramayu, BSP 103.7 FM Pekalongan, Solo Radio 92.9 FM Solo, DC Radio Singaraja, Makobu 88.7 FM Malang, DMS Ambon, Suara Mahakam Samarinda, Radio M Martapura 107.1 FM.

Acara ini didukung oleh Sony BMG Indonesia, Warner Music Indonesia, Trinity Optima Production, Musica Studio, De Majors, Malta Music Indonesia

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi :

Henry Vienayoko Radio Circle Indonesia,
PT Gedung Gajah Unit ABC Lt. 5 B4
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta 12810
Email: henry.vienayoko@radiocircle. com
HP :08161917323

Read More ..

10 Oktober 2009

Radio Korban Gempa di Sumbar Mulai Mengudara Kembali

Setelah tidak beroperasi selama hampir seminggu semenjak peristiwa gempa pada 30 September lalu, mulai Kamis Malam 08 Oktober 2009, RADIO ARBES Padang bisa melakukan kembali aktivitasnya mengudara melalui frekuensi 101 FM.

Hal itu terwujud setelah seperangkat alat alat di ruang siaran yang telah berhasil dipindahkan ke ruangan gedung yang tidak mengalami kerusakan akibat gempa serta didirkannya tower darurat di bagian lain belakang studio radio yang berada di jalan Ratulangi Kota Padang.

Arbes mengudara dengan tower hanya dua steak yang masih bisa dimanfaatkan, setinggi sekitar 20 meter dari permukaan tanah, dengan menggunakan dua buah antenna rakitan. Power transmitter yang biasanya dalam kondisi normal berkekuatan 3000 watt, selama siaran darurat ini akan digunakan hanya 1000 watt. Untungnya alat-alat di ruang siaran, ruang rekaman, ruang pemancar dapat diselamatkan.

Kehadiran Arbes FM di udara Kota Padang dan sekitarnya menambah jumlah radio siaran yang berhasil beroperasi setelah terkena gempa. Sebelumnya telah mengudara lebih awal Sushi FM, Padang FM, Suara Subuh FM, dan Radio DB. Sedang dua radio lainnya SIPP FM dan Radio Kartika Padang hingga saat ini masih berbeanh untuk mengudara kembali.

Read More ..

01 Oktober 2009

Pengumuman Postel Kepada Pengguna Frekuensi Radio

DIREKTORAT SPEKTRUM FREKUENSI RADIO DAN ORBIT SATELITDIREKTORAT JENDERAL POS DAN TELEKOMUNIKASIDEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
PERHATIAN

KEPADA PENGGUNA FREKUENSI RADIO

1. Izin Stasiun Radio (ISR) harus diajukan langsung melalui Loket Resmi Ditjen Postel/Unit Pelayanan Teknis (UPT) Monfrek Ditjen Postel setempat, tidak melalui pihak ke-tiga (Calo).
2. Pengajuan harus dilakukan oleh pengguna frekuensi atau perwakilan yang ditunjuk dengan surat kuasa dari pengguna frekuensi (Apabila pengguna frekuensi adalah instansi/badan hukum, surat kuasa ditanda tangani oleh pimpinan instansi/badan hukum yang bersangkutan).
3. Untuk mempercepat proses perizinan, isilah formulir permohonan ISR dengan lengkap dan benar.
4. Pembayaran Biaya Hak Penggunaan (BHP) Frekuensi Radio dilakukan setiap tahun, disetorkan langsung ke Kas Negara melalui Bank Mandiri Cabang Jakarta Gedung Jaya, Kantor Kas Gedung Sapta Pesona Jl. Medan Merdeka Barat No.17 Jakarta 10110 No. Rek 103.0061.77777.3 (tidak dibenarkan bayar tunai melalui petugas).
5. Bayarlah setiap tagihan sesuai dengan jumlah tagihan yang tertera dan mohon cantumkan nama Anda/Instansi/Badan Hukum seperti tertera pada ISR, nomor Client serta nomor Aplikasi, dan Simpanlah dengan baik bukti pembayaran tersebut.
6. Untuk perpanjangan ISR, bayarlah BHP Frekuensi Radio sebelum jatuh tempo guna menghindari denda.
7. Apabila Surat Pemberitahuan Pembayaran (SPP) untuk perpanjangan ISR belum diterima, segera hubungi loket pelayanan Direktorat Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit Ditjen Postel Jl. Medan Merdeka Barat No. 17 Jakarta (No.Telepon : 021-3835810 dan No. Fax 021-3455706) atau UPT monfrek setempat.
8. Informasikan kepada kami, jika mengetahui ada praktek percaloan selama proses ISR.
9. Info lebih lanjut tentang pelayanan ISR, lihat pada situs www.postel.go.id Ditjen Postel dan atau e-mail : yanfrek@postel.go.id
TTD
Direktur Spektum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit

Read More ..

20 September 2009

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1430 H.

Minal Aidin Walfaidzin

Mohon Maaf Lahir dan Bathin




Moderator Blog Dunia Radio

Read More ..

17 September 2009

Radio Elshinta di HP Nokia

Senang juga mendapat kabar dari milis ElshintaGroup seperti berikut ini :

Warga negara Indonesia dimana pun berada di muka bumi ini, mulai sekarang dapat mendengarkan siaran Radio Elshinta melalui Handphone Nokia. Untuk teknisnya, anda harus masuk dulu ke www.nokia.com/ internetradio , lalu download software internet radio sesuai dengan type HP Nokia anda. Setelah itu, siaran radio Elshinta dapat anda simak, entah itu di kereta api, di jalan raya, di mal, di negara manapun selama HP anda dapat tersambung dengan internet.

Keberadaan siaran Radio Elshinta di HP Nokia, merupakan kepercayaan pihak Nokia yang mengundang Radio Elshinta untuk menjadi bagian internet radio Nokia bersama radio-radio dibelahan dunia lain. Satu-satu format "News" dari Indonesia di internet radio Nokia, tentu hanya Radio Elshinta dan ini sangat besar manfaatnya bagi warga negara Indonesia yang ingin tetap "keep up" dengan berita dan informasi teraktual di tanah air.

Mau berlibur ke Eropa? Australia? Amerika? Jangan khawatir ketinggalan berita "live" dari Radio Elshinta dari HP Nokia anda. Mulai hari ini juga!

Read More ..

Pojok Aduan DERA FM di KPI

SAYA LAGI MENDENGAR RADIO DERA FM 92.6. TOLONG WARGA JAKARTA TIMUR DAN YANG DEKAT KOTA DEPOK PANTAU DAN MEMBERITAHU ALAMATNYA. KARENA MENURUT DATA SAYA BAHWA KANAL UNTUK 92.6 FM TIDAK ADA DI JABODETABEK. KPI, APAKAH DERA RADIO 92.6 SUDAH MEMILIKI IZIN? APAKAH DERA SINGKATAN DEPOK RADIO? SELAIN SINYALNYA MENGGANGGU PAS FM 92.4 DAN RRI 92.8. MOHON SEMUA PENGAMAT RADIO LEBIH PEKA MENGENAI KEBERADAAN RADIO-RADIO YANG TIDAK MASUK KANAL SEBENARNYA.

Disampaikan oleh Roy, Jakarta melalui KPI Pusat

Read More ..

16 September 2009

Solo Radio Diprotes Karena Siarkan Genjer-genjer

Salah satu radio swasta di Kota Solo, Jawa Tengah, Solo Radio FM mendapat protes sekelompok orang yang menamakan diri sebagai Laskar Hizbullah karena menyiarkan lagu Genjer-genjer.

Laskar yang terdiri dari sekitar 20 orang bertopeng tersebut, Senin, menuntut Solo Radio FM untuk meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya Kota Solo, karena telah menyiarkan lagu yang pernah dianggap rezim Orde Baru sebagai pembangkit semangat gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Lagu tersebut adalah milik PKI yang merupakan pengkhianat bangsa ini. Selain itu, PKI juga telah menimbulkan banyak kesengsaraan di Indonesia," kata koordinator aksi Laskar Hizbullah, Yanni Rusmanto.

Dia mengatakan, lagu yang oleh Solo Radio FM diputar pada Jumat (11/9) pukul 03:45 tersebut dikhawatirkan dapat membuka lama Bangsa Indonesia, "Selain itu, pemutaran lagu tersebut juga dapat menyakiti para korban politik terkait dengan pengkhianatan PKI,".

"Kami menuntut Solo Radio FM segera meminta maaf kepada Bangsa Indonesia, terutama masyarakat Kota Solo yang mendengarkan siaran tersebut," kata Yanni yang mengaku mendapat mandat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solo.

Sementara itu, General Manager Solo Radio FM, Yunianto Puspowardoyo mengatakan, Solo Radio FM akan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat terkait pemutaran lagu tersebut.

"Kami telah menandatangani surat pernyataan maaf terkait kasus tersebut. Permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat akan segera kami lakukan secepatnya," kata dia.

Dia mengatakan, penyiaran lagu tersebut merupakan kelalaian dari pihak radio yang berlokasi di kawasan Manahan, Kota Solo.

"Pada segmen sahur hari Jumat (11/9), Solo Radio FM mengadakan kuis tebak musik pengiring film dan pada salah satu bagian di kuis tersebut Genjer-genjer yang menjadi salah satu musik pengiring film Gie disiarkan oleh penyiar kami," kata Yunianto Puspowardoyo.

Pada kesempatan lain, Anggota Bagian Perizinan Komisi Penyiaran Indonesai Daerah (KPID) Jawa Tengah, Hari Wiryawan mengatakan, KPID Jawa Tengah sudah mendapat laporan dari masyarakat terkait penyiaran lagu Genjer-genjer pada Jumat (11/9).

Dia mengatakan, sampai saat ini belum ada peraturan spesifik yang mengatur dilarangnya lagu yang berhubungan dengan PKI.

"Akan tetapi, dalam Undang-undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, telah disebutkan bahwa setiap lembaga penyiaran dilarang untuk menyiarkan materi yang dapat menimbulkan perpecahan bangsa," katanya. (Antara)

Read More ..

14 September 2009

55 Radio Swasta NTT Tak Punya Izin

Sebanyak 55 dari 88 radio siaran swasta di Nusa Tenggara Timur (NTT), belum memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) untuk melakukan aktivitas penyiaran selaras UU No.32 tahun 2002 tentang Penyiaran.

"Baru sekitar 33 radio siaran swasta yang sedang memproses IPP di Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) melalui Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah NTT, sementara 55 radio siaran swasta masih berstatus ilegal," kata anggota KPI Daerah NTT, Maria Imelda Praso di Kupang, Jumat.

Ia menegaskan KPI Daerah hanya membantu radio-radio tersebut untuk mengurus IPP, sedangkan izin frekuensi menjadi kewenangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Nasional Balai Monitor (Balmon) Direktorat Pos da Telekomunikasi (Dirjen Deparpostel).

Menurut Praso, dari 33 radio siaran swasta yang sedang proses izin tersebut, empat radio telah memiliki izin stasiun radio (ISR). Keempat radio dimaksud, masing-masing Radio Trilolok Suara Verbum, Radio DMWS, Radio Kisora dan Radio Rhama Gong.

Dikatakannya, sebanyak 55 radio siaran swasta yang masih ilegal melakukan aktivitas ini telah diperingatkan untuk segera memproses IPP dan izin frekuensi ke Depkominfo dan Balmon, sebelum dilakukan penghentian aktivitas penyiaran seperti yang dilakukan pada 2008 lalu.

Praso menyebut alur proses IPP dimulai dari verifikasi administrasi dan faktual oleh Depkominfo, lalu dilanjutkan dengan kegiatan dengar pendapat untuk menilai syarat administrasi, program siaran, proses dan teknik.

"Untuk syarat administrasi dan teknik dinilai oleh pemerintah, sedangkan syarat program dan proses dinilai oleh KPI Daerah," katanya.

Setelah itu Menteri Kominfo melalui KPI bagi daerah yang belum memiliki KPI Daerah dan atau KPI Daerah yang telah terbentuk di daerah mengeluarkan rekomendasi.

Tahap berikut, katanya, dilakukan seleksi lagi untuk selanjutnya Menkominfo mengeluarkan izin prinsip selama enam bulan untuk radio dan satu tahun untuk televisi. "Selama itu dilakukan uji coba penyiaran sambil terus memproses IPP ke Depkominfo," katanya.

Enam bulan kemudian, kata dia, dilakukan uji coba tahap kedua untuk mengecek apakah proses penyiaran sudah sesuai dengan ketentuan UU No. 32 tahun 2002 atau tidak.

"Lalu Menkominfo membentuk tim evaluasi melibatkan Depkominfo dan KPI Daerah untuk selanjutnya dilakukan pleno untuk memutuskan apakah radio tersebut diberikan IPP atau tidak," katanya. (Kapan Lagi)

Read More ..

11 September 2009

RRI Bertekad Lakukan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Radio

Radio Republik Indonesia (RRI) di usianya yang ke-64 tahun bertekad melakukan pemberdayaan masyarakat berbasis radio, dengan sebanyak mungkin melibatkan publik dan mitra kerjanya.

"Memberdayakan berarti mengubah potensi yang dimiliki masyarakat menjadi potensi dalam berbagai aspek kehidupan, melalui berbagai kegiatan sosial. Kami ingin masyarakat mendapat manfaat nyata dari program pemberdayaan ini," kata Direktur Utama (RRI) Parni Hadi pada Upacara Penyulutan Obor Tri Prasetya RRI di Gedung RRI Jakarta, hari ini (11/9).

Hadir dalam acara yang sekaligus sebagai peringatan HUT ke-64 RRI itu, antara lain Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid, Menkominfo M Nuh, Menteri Kehutanan MS Kaban, Meneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, Kasad Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, Kasal Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, serta sejumlah pejabat lainnya.

Program pemberdayaan masyarakat berbasis radio tersebut, kata Parni Hadi, akan disinergikan dengan program "Information Safety Belt" atau Sabuk Pengaman Informasi, dengan melakukan pemberdayaan masyarakat di daerah perbatasan.

Menurut dia, Program Sabuk Pengaman Informasi bertujuan menjaga kedaulatan NKRI.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat meresmikan studio baru RRI di Jakarta, Januari 2009, mencanangkan agar RRI bisa melakukan siaran di seluruh wilayah perbatasan Indonesia paling lambat hingga 2010.

Komitmen Presiden tersebut juga disampaikan saat berpidato pada Sidang Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada 23 Agustus.

Untuk itu, bertepatan dengan HUT ke-64, 11 September 2009, kata Parni, dirinya selaku Dirut RRI menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kasad jenderal TNI Agustadi Sasongko, Kasal Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, serta Meneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, untuk membantu meningkatkan siaran di wilayah perbatasan.

Dalam pidatonya, Parni Hadi juga mengungkapkan sejumlah hal yang telah dicapai RRI, baik secara kelembagaan, kesejahteraan karyawan, maupun program siaran, teknik, dan layanan usaha.

Selain itu, kata Parni Hadi, pada 2009 RRI meluncurkan imbauan khusus sebagai sub tema "Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Radio" yang berbunyi "Saatnya Anda Dengar dan Bicara di RRI".

Acara tersebut diakhiri dengan dialog interaktif "Menyapa Masyarakat di Perbatasan" bersama Menkominfo M Nuh, Menhut MS Kaban, Meneg PP Meutia Hatta, Kasad Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, Kasal Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, yang dipandu Parni Hadi dan reporter RRI Eko Wahyuwanto.

Dialog interaktif tersebut melibatkan sejumlah petugas di daerah perbatasan seperti di Boven Digul dan Merauke di Papua, Tahuna di Sulut, dan Entikong di Kalimantan Barat.

Dalam dialog itu, Kasad Agustadi Sasongko antara lain menyampaikan komitmen TNI AD untuk membagikan sekitar 800 unit radio transistor agar masyarakat setempat dapat lebih mengetahui informasi dari seluruh Tanah Air, khususnya dari Jakarta.

Sedangkan Menkominfo M Nuh menyampaikan salam hangat dan apresiasi dari Presiden Yudhoyono atas peran yang dilakukan RRI untuk memajukan bangsa dan memberdayakan masyarakat melalui informasi yang disampaikan lewat radio. (KPI)

Read More ..

10 September 2009

Revisi KM No.15 Segera Difinalisasi

Depkominfo cq Ditjen Postel, saat ini, sudah mencapai tahap finalisasi penyelesaian rancangan Peraturan Menteri (Permen) mengenai Revisi Rencana Induk (Master Plan) Frekuensi Radio FM untuk Radio Siaran. Hal itu terungkap dalam siaran pers Depkominfo No. 180/PIH/KOMINFO/9/2009, yang diterbitkan minggu kemarin.

Dalam siaran pers tersebut dijelaskan bahwa keputusan ini sudah cukup lama dikaji dan dipertimbangkan untuk dilakukan peninjauan kembali terhadap Kepmen Perhubungan No. 15 Tahun 2003 tentang Rencana Induk (Master Plan) Frekuensi Radio Penyelenggaraan Telekomunikasi Khusus Untuk Keperluan Radio Siaran FM (Frequency Modulation) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM. 15 Tahun 2004.

Adapun hal-hal yang mengalami perubahan pada revisi Rancangan Peraturan Menteri Kominfo ini adalah sebagai berikut :

1. Penambahan wilayah layanan yang belum tercantum dalam K eputusan M enteri sebelumnya (KM 15 Tahun 2003) yaitu dari 457 wilayah layanan menjadi 1995 wilayah layanan yang tersebar seluruh wilayah Indonesia. Pengembangan ini sangat wajar, karena saat ini telah banyak terjadi pemekaran wilayah yang telah disetujui oleh DPR, sehingga hal tersebut berdampak secara lllangsung pada regulasi teknis seperti yang diatur pada rancangan ini.

2. Penjatahan kanal pada penambahan wilayah layanan tersebut pada umumnya 3 kanal.

3. Wilayah layanan dipetakan dengan garis batas (boundary line) sebagai acuan titik terluar wilayah siarannya . Pada titik terluar tersebut dibatasi field strength maksimum 66 dBuV/m.

4. Pengaturan frekuensi untuk keperluan penyelenggaraan jasa penyiaran radio komunitas tidak lagi dibatasi hanya 3 kanal, dimana penetapan kanalnya ditetapkan oleh Dirjen Postel dengan ketentuan t erlebih dahulu dilakukan analisa teknis oleh Dirjen Postel ; selanjutnya dipenuhinya ketentuan teknis penyelenggaraan penyiaran jasa penyiaran radio; dan terakhir berupa kondisi bahwa penggunaan kanal frekuensi radio tersebut dinyatakan tidak menimbulkan gangguan yang merugikan terhadap: penggunaan kanal frekuensi radio lain yang telah berizin; dan/atau penyelenggaraan penyiaran jasa penyiaran radio yang menggunakan frekuensi radio FM yang sesuai dengan pemetaan kanal di setiap wilayah layanan dalam Permen ini.

Selain itu, dalam siaran pers terebut juga diungkapkan kalau rancangan ini masih membutuhkan berbagai penyempurnaan dan perlu dikritisi secara optimal oleh berbagai pihak, baik yang berkepentingan langsung maupun tidak langsung. Sesuai dengan komitmen Depkominfo yang selalu memberi kesempatan kepada publik untuk mengkritisi setiap rancangan regulasinya sebelum disahkan, maka melalui siaran persnya diadakan konsultasi publik terhadap Rancangan Peraturan Menteri ini.

Kepada berbagai pihak yang merasa berkepentingan dan bermaksud menyampaikan kritik, saran, dan perubahan, diharapkan dapat mengirimkan tanggapannya paling lambat hari Kamis malam tanggal 10 September 2009 jam 24.00 WIB yang dialamatkan kepada gatot_b@postel.go.id. (KPI)

Read More ..

22 Agustus 2009

Blog Dunia Radio mengucapkan

Selamat menunaikan ibadah puasa

Read More ..

20 Agustus 2009

M. Izzul Muslimin: LP (Radio) Swasta Jangan Partisan

Banyaknya bemunculan lembaga-lembaga penyiaran baru khususnya radio untuk melakukan proses perizinan patut untuk kita apresiasi. Langkah baik ini merupakan salah satu bentuk dari kesadaran sejumlah lembaga penyiaran tersebut untuk berusaha diakui sebagai lembaga yang legal. Meskipun demikian, kehadiran mereka ke tengah masyarakat harus benar-benar bisa memberikan informasi yang mendidik serta bermanfaat.

Harapan agar radio bisa memberikan banyak manfaat tersebut diungkapkan oleh Anggota KPI Pusat, Muhammad Izzul Muslimin, beberapa waktu yang lalu. “Kami mengapresiasi sikap sejumlah lembaga penyiaran yang mau melakukan proses permohonan penyelenggaraan penyiaran ke KPI. Langkah ini jelas sudah terlihat niat baiknya untuk mereka diakui sebagai lembaga penyiaran yang sah,” ungkapnya.

Bahkan, dalam sebuah EDP di Babel tempo lalu, Izzul menyatakan jika dirinya tidak akan ragu-ragu untuk memberikan rekomendasi kelayakan bagi lembaga penyiaran khususnya radio jika melihat niat baik dan kesungguhan dari lembaga penyiaran untuk bersiaran ke masyarakat. “KPI tentunya tidak akan ragu memberikan RK tersebut jika lembaga penyiaran tersebut konsisten dan sanggup menjalankannya,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Izzul meminta kepada setiap lembaga penyiaran khususnya radio yang sudah menjadi radio swasta yang ketika nanti sudah mendapatkan izin supaya tidak menjadi partisan. “Radio swasta tidak untuk satu golongan tertentu saja, radio swasta merupakan milik umum,” katanya.

Ditakutkan oleh Izzul kalau nantinya radio menjadi partisan akan cenderung membuat bumbu-bumbu konflik, apalagi kalau daerah tersebut rawan akan konflik. “Radio didaerah tertentu ada yang siarannya cenderung dapat menyebabkan gesekan-gesekan ditengah masyarakat dan juga memecah belah. Saya tidak ingin siaran radio itu membawa info permusuhan,” jelasnya di depan sejumlah lembaga penyiaran radio yang sedang melakukan proses EDP di Babel, pekan lalu.

Karenanya, Izzul menekankan agar setiap radio dapat memberikan informasi yang baik, mendidik dan bermanfaat bagi pendengarnya dan juga orang lain. Selain itu, dirinya juga mengharapkan agar muatan lokal diporsikan lebih banyak dari siaran luar. “Sangat penting juga jika nantinya muatan lokal itu diangkat ke tingkat siaran yang menasional,” ungkapnya. (KPI)

Read More ..

14 Agustus 2009

NAB beriklan mengenai Pentingnya Hubungan Radio dan Industri Musik

"Radio adalah cara nomor satu bagi pendengar menemukan musik dan artis baru" merupakan penekanan iklan satu halaman penuh National Association of Broadcaster (NAB) yang ditempatkan di koran Congressional Quarterly dan CongressDaily. Iklan ini ditujukan untuk menginformasikan kepada anggota lagislatif mengenai dekatnya hubungan antara radio dan industri rekaman.

Iklan ini ditujukan kepada para Senat dari Judiciary Committee yang sedang melakukan dengar pendapat dalam penyusunan UU Pertunjukan. "ini (musik di radio) adalah promosi gratis yang kemudian ditranformasikan menjadi miliaran dolar setiap tahun di sektor musik dalam bentuk tiket konser dan penjualan aksesoris bagi industri rekaman (label) dan artis-artis mereka". (NAB)

Read More ..

04 Agustus 2009

Kematian Mbah Surip Gegerkan Dunia

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Mbah Surip semasa hidupnya mungkin selama ini hanya dikenal di Indonesia. Namun, siapa menyangka begitu meninggal bisa jadi langsung terkenal di seantero jagat.

Kenapa? Hanya dalam hitungan jam, berita mengenai Mbah Surip langsung melesat menjadi topik terpopuler di Twitter. Situs jaringan microblogging tersebut menempatkan kata kunci "Mbah Surip" di peringkat pertama mengalahkan topik-topik lainnya Michael Jackson bahkan Pemilu di Iran.

"Hahahahahha... banyak bule nanya "WHO IS MBAH SURIP?" hahahha...," tulis pengguna twitter dengan inisial JaneAdelaide. Bisa dibayangkan seperti itulah reaksi orang-orang AS, Jepang, Inggris, Brazil, Afrika Selatan saat memantau twitter dan meemukan posting Mbah Surip ini.

Sejak kabar meninggalnya Mbah Surip, penyanyi nyentrik yang terkenal dengan lagu "Tak Gendong" itu, Selasa (4/8), informasi tersebut memang langsung tersebar di dunia maya. Twitter salah satu tempat mengomentari kabar yang mengejutkan tersebut.

Kebanyakan tulisan di Twitter seputar ucapan duka cita atas kematian Mbah Surip. Namun, sejak masuk ke dalam Trending Topics Twitter siang harinya, banyak mengomentari fenomena tersebut.

"Gileee mbah surip jadi trending topics HA HA HA," tulis pengguna Twitter berinisial Selviavira.

Twitter saat ini memang telah bertransformasi tidak hanya menjadi situs microblogging yang melakukan update status semua anggotanya. Seiring pengguna yang banyak, Twitter menjadi alternatif situs berita. Posting status pengguna Twitter menjadi berita terhangat yang dapat dilihat semua orang termasuk bukan pengguna Twitter.

(kompas.com)

Read More ..

Selamat Jalan Mbah Surip

Kami dari Blog Dunia Radio turut berbela sungkawa atas meninggalnya Mbah Surip pada hari ini, Selasa, 4 Agustus 2009 sekitar pukul 10.30, semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan YME dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman. Amin!

Mbah Surip pergi meninggalkan dunia ini ditengah popularitasnya dengan lagu "Tak Gendong" yang sedang sering diputar di seluruh radio di Indonesia.

Selamat jalan Mbah Surip!

Moderator.

Read More ..

26 Juli 2009

Cici Panda Ingin Seumur Hidup Ngoceh di Radio

Pembawa acara 'Termehek-mehek', Cici Panda sudah 7 tahun menjadi penyiar radio. Cici mengaku, 'ngoceh' di radio sudah menjadi keasyikan tersendiri. Ia berharap selamanya bisa jadi peyiar radio.

"Pengen selamanya jadi penyiar radio. Ini udah 7 tahun. Kalau mau tinggalin belum bisa karena udah jadi passion," kata Cici saat berbincang dengan detikhot di Mall Grage, Cirebon, Sabtu (25/7/2009).

Menjadi penyiar radio membuat Cici merasa dekat dengan pendengarnya. Cici mengaku paling bisa jadi diri sendiri saat berada di balik mic.

"Di dunia radio, loe bisa jadi diri loe sendiri. Bisa deket dengan pendengar karena bisa curhat ma pendengar. Begitu sebaliknya, bisa mengekspresikan diri gue secara jujur," ujarnya.

Nama Cici terus melambung saat dirinya menjadi pembawa acara 'Termehek-mehek'. Bahkan julukan baru ia sandang, yaitu 'Ratu Reality Show'.

"Sebenarnya passion gue ke talk show. Karena gue udah dicap sebagai 'ratu reality show'," jelas Cici. (detik.com)

Read More ..

25 Juli 2009

Undangan dari Boy Hamidi

Dear All,

Melihat pentingnya pengetahuan kita sebagai orang radio menjelang pemberlakukan DAB, Radionet berniat mengadakan seminar kecil bagi para Radio Partner kami.

Penting diikuti para pemilik, dirtektur, kepala teknisi atau programmer radio.

Sengaja kami pilihkan para pembicara dari pihak pemerintah (Depkominfo), BPPT hingga Teknisi Radio agar aspek pembahasannya lengkap/integratif.
Acara diadakan di Jakarta, 4 Agustus 2009. Ada sedikit biaya untuk perbanyakan makalah dan makan siang.

Mungkin ada teman-teman FDR yang berminat. Saya sampaikan infonya seperti di bawah.
Silakan hubungi Rizma di 021-7228248. atau email rizma@radionet.co.id untuk pemesanan tempat.

Semoga info ini bermanfaat.

Tks.

Salam semangat!

Wassalam
boy

Read More ..

23 Juli 2009

Peneror Bom Radio 99ers Minta Rp 800 Juta

Peneror Radio 99ers Bandung sempat mengajukan dua kali tuntutan uang. Pertama melalui surat sebesar Rp 4.400.000, selanjutnya sebesar Rp 800 juta.

Peneror yang diperkirakan dua orang, meminta uang Rp 4,4 juta melalui surat yang diantarkan langsung ke resepsionis pada pukul 16.30 WIB, Kamis (23/7/2009).

Seorang karyawan 99ers bernama Sarah menuturkan, dalam suratnya si peneror meminta uang tersebut ditransfer. "Ada nomor rekeningnya," tutur Sarah.

Tuntutan berikutnya disampaikan peneror melalui telepon sekitar pukul 18.30 WIB. "Pukul 18.30 WIB peneror kembali menelepon dan langsung menanyakan apakah akan ikut permainan atau tidak. Kalau ikut permainan, mereka akan menaikkan jumlah yang diminta sebesar Rp 800 juta," tutur Sarah.

Hingga berita ini diturunkan, tim Gegana masih melakukan penyisiran di BRI Tower, Jalan Asia Afrika. Tidak hanya di lantai 14 yang menjadi kantor 99ers yang disisir, tetapi juga lantai satu. Namun selain kedua lantai tersebut tidak diperiksa. (detik.com)

Read More ..

Radio 99ers Diancam Bom

Ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta pada Jum'at 17 Juli 2009 lalu, diikuti dengan upaya jahil orang-orang tak bertanggungjawab dengan mengirimkan ancaman keberbagai tempat, seperti perkantoran, instansi pemerintah, hotel, mal hingga station radio. Kali ini yang terkena ancaman bom adalah sebuah station radio di Bandung, yaitu kantor Radio 99ers (Ninetyniners) yang berada di Lantai 14, BRI Tower, Jalan Asia Afrika.

Salah seorang karyawan Radio 99ers bernama Sarah menuturkan, ancaman ini tidak seperti biasanya yang hanya menggunakan telepon. Peneror lebih dulu mengirimkan surat pada pukul 16.30 WIB, Kamis (23/7/2009).

Sarah mengatakan bahwa rekannya yang bertugas di front office menuturkan padanya bahwa ada dua laki-laki yang mengantarkan surat. Ketika ditanya untuk siapa saja, pengantar berkata, "untuk siapa saja".

Setelah ditanyakan beberapa kali tetap tidak dijawab, kedua pria yang diduga peneror tersebut langsung lari ke luar ruangan. Setelah kejadian ini, baru telepon teror datang.

"Jam 17.00 WIB tiba-tiba telepon dengan suara laki-laki, dan langsung mengatakan ada ancaman bom," kata Sarah.

Ancaman ini langsung dilaporkan dan direspon tim Gegana yang tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB. Hingga pukul 20.00 WIB, petugas masih melakukan penyisiran.

Read More ..

17 Juli 2009

Blog Dunia Radio turut berbelasungkawa kepada para keluarga korban ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, yang terjadi pada hari Jum'at, 17 Juli 2009 pukul 07.47 sehingga menewaskan 9 orang dan melukai lebih dari 50 orang.

Semoga polisi berhasil mengungkap pelakunya dan menghukum seberat-beratnya.

Moderator Blog Dunia Radio

Read More ..

15 Juli 2009

Radio Yogya Gaungkan Gamelan untuk YGF

Sebanyak 16 radio di Yogyakarta akan menggaungkan suara gamelan secara bergantian selama penyelenggaraan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) yakni, pada Kamis (16/7) besok, hingga sabtu (18/7).

Radio-radio itu, adalah Radio Rasia Lima, PTDI Medari, Mataram Buana Suara (MBS), Persatuan, Kota Perak, Yasika, Sonora, Esti Mada Cita ( EMC), Gema Cecya Dhaksinarga (GCD), Retjo Buntung, Andalan Muda, Geronimo, Prima Unisi, StarFM, dan Arma11.

Setiap radio akan memutar suara gamelan karya almarhum Sapto Rahardjo yang sudah digubah (di-mix elektronik) oleh Ari Wulu, putranya.

Dalam sehari, satu radio memutar lima kali, dengan durasi sekali putar 30 detik, ujar Sari Utami, Divisi Workshop, Publikasi, dan Dokumentasi YGF, Rabu (15/7).

Read More ..

14 Juli 2009

Disambut Baik Gagasan Kerjasama Radio Bulgaria dan RRI

Digagas kerjasama antara Bulgarian National Radio (BNR) dengan Radio Republik Indonesia (RRI). Kerjasama ini dinilai akan meningkatkan hubungan bilateral dan saling mengenal rakyat kedua negara.

Gagasan kerjasama BNR dengan RRI itu disampaikan Dubes RI di Sofia, Immanuel Robert Inkiriwang, saat berkunjung ke kantor radio nasional tersebut, 9/7/2009. Dirjen BNR Valeri Todorov, didampingi Direktur Kanal Hristo Botev, Pauliana Novakova, menyambut baik gagasan kerjasama ini.

Kepada Todorov, Inkiriwang menekankan arti penting kerjasama antara kedua radio nasional dalam rangka lebih meningkatkan kerjasama bilateral RI-Bulgaria, yang telah terjalin dengan baik selama 53 tahun.

"Kerjasama bilateral dapat lebih meningkat apabila rakyat kedua negara lebih saling mengenal. Dalam hal ini radio memainkan peranan vital untuk mendukung upaya lebih mengenalkan Indonesia kepada masyarakat Bulgaria," ujar Inkiriwang, didampingi staf, Ketua dan anggota Darma Wanita Persatuan.

Todorov juga menyetujui saran agar diadakan program penyiaran musik dan lagu-lagu traditional dan pop Indonesia selama 30 menit, demikian seperti dituturkan Sekretaris III Pensosbud Protkon Aditya Timoranto kepada detikcom malam ini.

Pada kunjungan itu Inkiriwang menerima permintaan mendadak untuk wawancara singkat mengenai perkembangan hubungan bilateral RI-Bulgaria. Ia menekankan bahwa hubungan baik yang telah terjalin selama 53 tahun perlu lebih ditingkatkan dengan memberikan prioritas kerjasama di bidang ekonomi, terutama perdagangan, investasi dan pariwisata.

Didirikan di 1930, radio nasional Bulgaria BNR ini merupakan media massa terbesar di negeri itu dengan 10 stasiun radio dan 3 kanal, terdiri dari 2 kanal nasional (Horizon, Hristo Botev) dan Radio Bulgaria dalam 11 bahasa asing (Bulgaria, Rusia, Inggris, Jerman, Perancis, Spanyol, Serbia, Yunani, Albania, Turki dan Arab).

BNR juga memiliki 7 programa regional di Plovdiv, Varna, Shumen, Stara Zagora, Blagoevgrad, Sofia dan Vidin. BNR mengudara di frekuensi SW, MW, serta FM dan jangkauan siarannya di Bulgaria mencapai 90%. Radio ini juga menaungi 4 kelompok musik yaitu symphony orchestra, mixed choir, children’s choir dan big band. (detik.com)

Read More ..

13 Juli 2009

ST12 Bangga Tenar Dari Radio Dangdut

Radio dangdut tak bisa dipisahkan dari kesuksesan ST12. Ketenaran ST12 justru berawal dari radio dangdut. Mereka mengaku bangga dan bersyukur dibesarkan oleh radio dangdut.

Awal karir ST12 menuju industri musik Indonesia akrab dengan penolakan-penolakan sejumlah radio umum di Jakarta. Penolakan itu dikarenakan genre musik Melayu yang diusung ST12. Pada waktu itu musik pop dan band rock merajai dan lebih digandrungi anak muda.

"Pertama kama kali lagu-lagu gue ditolak sama radio-radio besar karena segmented dengan lagu R&B, pop, dan rock. Bahkan katanya lagu-lagu ST12 ini masuk ke radio kalangan kelas bawah, radio dangdut," Kata Pepep, sang drummer saat detikhot temui di Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat belum lama ini.

Menerima kenyataan lagu-lagu ST12 terus ditolak, Charlie cs pun merancang pemasaran sendiri. Alhasil album perdana 'Jalan Terbaik' mereka dipasarkan secara indie. Pepep yang lebih lama berkecimpung di dunia musik pun mencari pendengar musik Melayu.

"Akhirnya kita masukan ke radio dangdut pinggiran dengan pendengar menengah ke bawah," lanjut drummer itu.

Setelah lagu-lagunya dimasukkan ke radio dangdut, ST12 langsung naik. Charlie cs ternyata salah kaprah memandang radio dangdut sebagai radio minoritas. "Ternyata radio dangdut itu sampai saat ini menjadi radio no.1 dibanding radio-radio lain. Itulah radio nomor satu di Jakarta," jelasnya. (detik.com)

Read More ..

07 Juli 2009

Artikel Radio Elshinta di Majalah SWA

Radio Elshinta: Melesat di Tengah Kepungan Pesaing
Kamis, 05 Maret 2009
Oleh : Moh. Husni Mubarak dan Henni T. Soelaeman

Elshinta mampu meraup lebih dari 2 juta pendengar. Pemasang iklan pun rela antre sampai berbulan-bulan. Bagaimana stasiun radio yang berumur 41 tahun ini menerapkan horizontal business?

“Tolong, lampu merah di perempatan Rawasari dengan Jalan Ahmad Yani tidak berfungsi, menyebabkan kemacetan.” Begitu Priyo melaporkan kepada Elshinta pada Selasa, 24 Februari, pukul 08.22 WIB. Priyo bukan reporter Elshinta. Ia pendengar Elshinta yang atas inisiatifnya sendiri melaporkan kejadian yang dilihat, dialami atau diketahuinya.

Begitu pula yang dilakukan Umar Marasabessy. Di lingkungan tempat tinggalnya di Bekasi, Umar dikenal sebagai pegiat di sebuah lembaga swadaya masyarakat. Pria berusia 56 tahun ini kerap melaporkan berbagai peristiwa yang dialami dan dilihatnya kepada Elshinta meski ia bukan wartawan radio tersebut. Ia mengaku tidak dibayar sepeser pun atas sumbangsihnya memberikan berbagai laporan. "Saya tertarik menjadi bagian dari Radio Elshinta tidak hanya karena hobi mendengarkan radio, tetapi karena peduli pada keadaan sosial," ungkapnya seraya menambahkan, ada kepuasan tersendiri menjadi bagian dari Elshinta. "Saya merasa bangga karena ternyata banyak orang yang mengenal saya setelah suara saya sering muncul di radio," ujarnya.

Di Indonesia, ada 1.300 stasiun radio -- sekitar 800 yang resmi -- yang tentunya memperebutkan hal yang sama: loyalitas pendengar. Caranya bermacam-macam, mulai dari menyajikan program lagu-lagu dari penyanyi Indonesia, top 40, siaran musik indie, tembang kenangan, dangdut, sampai wayang kulit. Nah, ketika hampir semua stasiun radio menawarkan aneka hiburan dengan genre tertentu, Elshinta justru tidak sekalipun memutar lagu selama 24 jam siaran. Radio yang mengudara di 90,0 Mhz ini menjadi satu-satunya stasiun yang khusus memberi berita dan informasi. Bahkan, Elshinta menggaet para pendengar untuk menyampaikan keluhan dan informasi tentang berbagai hal, dari kriminal hingga kerusakan jalan, langsung on air. Tak pelak, dialog interaktif ini disambut antusias oleh masyarakat.

Strategi ini ternyata berbuah manis. Stasiun radio dengan slogan citra “Elshinta News and Talk” ini mampu bertengger di rating 4 (nondangdut) dengan meraup 2,09 juta pendengar. Alhasil, pemasang iklan rela antre sampai berbulan-bulan untuk mendapat jatah slot siar. Bahkan, ada produsen yang memasang iklan untuk lima tahun.

Menurut Iwan Haryono, COO & Chief Editor Elshinta, keterlibatan pendengar dilakukan sejak format radio ini berubah. Sebelumnya, stasiun radio yang berdiri pada 1968 ini mengusung musik jazz. Momen kerusuhan Mei 1998 menjadi titik tolak radio ini mengarah ke radio berita, hingga resmi memosisikan diri sebagai satu-satunya radio yang khusus menyajikan berita dan informasi selama 24 jam. Iwan menjelaskan, ketika itu istilah yang digunakan bukan strategi horizontal business, melainkan citizen journalism, yang mengadopsi keterlibatan masyarakat untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat lainnya. "Radio di sini hanya sebagai mediumnya karena konsep ini dapat dilakukan oleh apa pun jenis medianya, sesuai dengan kekuatan dan kelemahan media itu sendiri," katanya.

Dengan citizen journalism ini, Elshinta memberikan kesempatan kepada seluruh pendengarnya untuk menjadi reporternya sekaligus. Awalnya, 1-2 orang mengudara di radio melaporkan hal-hal simpel, seperti kemacetan lalu-lintas, jalan berlubang, listrik PLN mati, air PAM mati, sambungan telepon rusak, yang kesemuanya hampir sebatas apa yang mengganggu kenyamanan mereka, sang pelapor. Setelah setiap apa yang dilaporkan pendengar on air di Elshinta mendapat perhatian dan jawaban nyata dari pihak yang berkompeten, tak pelak acara yang bertajuk Info dari Anda ini makin meluas, bukan sebatas info yang menyangkut kepentingan pribadi. Bobotnya mulai meningkat menjadi info kebakaran, orang bunuh diri, kereta tabrakan, banjir, longsor, dll. dengan nilai berita yang tinggi. "Uniknya, pelapor bukan melulu warga sekitar. Mereka kadang orang yang hanya lewat di wilayah itu, memberhentikan kendaraannya, melihat, lalu menelepon Elshinta untuk melaporkannya secara langsung. Bahkan, kadang ikut melakukan investigasi terhadap peristiwa tersebut," papar Iwan.

Antusiasme masyarakat makin tinggi begitu merasakan dampak secara nyata apabila memberikan informasi kepada Elshinta. Karena, info tersebut diteruskan ke pihak-pihak terkait. Justru instansi tersebutlah yang kemudian repot. Positifnya, Elshinta melihat kinerja instansi pemerintah pusat ataupun daerah menunjukkan kepedulian karena mereka seperti telah menerapkan prinsip customer satisfaction oriented. "Kepada instansi tersebut pun, kami selalu memberikan penghargaan setiap tahunnya bersamaan dengan penghargaan kepada para pendengar," ujarnya.

Info dari Anda disiarkan sewaktu-waktu berdasarkan laporan yang masuk dari pendengar, tanpa melihat jadwal acara. Karena, selama 24 jam hanya ada acara Elshinta News and Talk yang merupakan jembatan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi aktual, baik itu dari pendengar, reporter Elshinta sendiri maupun dari mitra kerja Elshinta selama ini. Meskipun dalam memberikan informasi merupakan inisiatif pendengar sendiri, Elshinta tetap mengelolanya dengan penuh perhatian. Mulai dari pelayanan bagi yang memberikan laporan, pendataan agar memudahkan penerimaan laporan bagi pendengar yang telah memberikan laporan sebelumnya hingga pemberian apresiasi bagi para pendengar yang melaporkan informasi dengan kriteria tertentu.

Setiap tahun radio Elshinta memberikan penghargaan We Listen Award yang bertepatan dengan hari jadi Elshinta, 14 Februari. "Sebuah penghargaan yang menunjukkan bahwa Elshinta bukan hanya untuk didengar, tetapi juga mendengarkan apa keinginan, masukan, kritik, saran hingga informasi yang mereka sampaikan, setiap saat," kata Iwan. Pada acara itulah, terasa kebersamaan dan keakraban antarsesama pendengar, yang jauh lebih berharga daripada selembar kartu tanda anggota. "Mereka memberikan masukan kepada para penyiar, kepada dewan redaksi. Begitu pula kami, memberikan 'laporan' kepada mereka, para pendengar yang kami anggap bos kami yang nomor satu."

Komunitas pendengar Elshinta belum pernah dibuat secara resmi, dalam artian menerbitkan kartu anggota atau kumpul-kumpul rutin. Meskipun begitu, Elshinta memberikan wadah yang sesuai dengan minat mereka. Bagi yang senang menjadi reporter, terbuka setiap saat untuk masuk di dalam program Info dari Anda. Yang punya hobi interaksi dan berkomentar terhadap permasalahan aktual saat ini diwadahi dalam acara Diskusi Interaktif dan Komisi Anda (Komentar-Opini-Solusi Anda) yang disiarkan mulai pukul 23.00 hingga 05.00. Mereka memang diundang untuk berinteraksi atau berbicara on air secara langsung dengan narasumber (presiden, menteri, anggota DPR, pejabat, dll.) yang tentunya merupakan kesempatan langka. "Ini yang membuat mereka tertarik untuk berinteraksi," ujar Iwan. Pendengar juga diajak terlibat sebagai voluntir atau pengawas pada kegiatan Elshinta Peduli Kemanusiaan. Mereka bisa melihat langsung, kepada siapa bantuan yang mereka donasikan itu diberikan. "Kepercayaan ini membuat sumbangan kepada program Elshinta Peduli terus mengalir walaupun tidak lagi diiklankan."

Melalui mata acara yang selalu muncul sebagai bagian dari program Elshinta News and Talk, otomatis komunitas tersebut terbentuk dengan sendirinya. "Di bisnis ritel, pembeli adalah raja. Begitu juga bagi kami di Elshinta, memberikan kepuasan kepada para pendengar adalah kewajiban utama kami," tutur Iwan. Implementasinya, dengan mendengarkan apa yang mereka sampaikan, baik melalui telepon, SMS, faks maupun surat elektronik. Elshinta kemudian mencatat, mendata dan membahasnya dalam rapat redaksi setiap minggu, khusus untuk masukan pendengar tersebut. "Sangat terasa bahwa posisi pendengar bukan lagi sejajar, tapi kami menempatkan mereka jauh lebih tinggi dari posisi kami. Saya sering mengatakan, merekalah bos yang dengan sangat mudah memecat kami. Karena, tidak ada pendengar sama dengan tidak ada iklan. Pemasang iklan baru akan datang setelah terbukti radio kami ada yang mendengarkan."

Kesadaran itu mewajibkan setiap jajaran redaksi atau programming kreatif dalam memilih, memilah, menentukan hingga mengemas materi yang akan disiarkan. "Karena pendengar mudah jenuh dan bosan," kata Iwan. Keuntungannya, karena para pendengar atau konsumen biasanya sangat dekat dan akrab, sedikit saja ada hal yang membuat mereka kurang nyaman, biasanya mereka langsung menyampaikannya. "Berbeda jika konsumen memiliki jarak dengan si produsen, mereka biasanya masa bodoh," katanya lagi.

Selama 24 jam sehari, sesungguhnya Elshinta News and Talk yang memuat beberapa mata acara telah disesuaikan dengan prinsip horizontal business, kecuali pada beberapa mata acara seperti Commercial Talk Show yang menghadirkan pembicara dari pemasang iklan. Atau juga terhadap program-program yang disesuaikan dengan tema-tema hari tertentu, seperti Hari Anak, Hari Ibu dan Hari AIDS se-Dunia, yang dianggap perlu diangkat untuk memberikan informasi terkini yang belum diketahui para pendengar. "Meskipun begitu, tetap memberikan kesempatan para pendengar untuk berinteraksi dengan narasumber," ungkap Iwan.

Jika di tengah siaran (dari mata acara yang telah dirancang sekalipun) ada informasi penting yang masuk dari pendengar tentang suatu kejadian (dan memenuhi kreteria tertentu), acara yang sedang berjalan itu pun dapat dihentikan seketika. "Bahkan, kami batalkan jika belum mulai mengudara. Banyak klien kami yang sudah paham dengan visi program tersebut, sehingga pemasang iklan dapat maklum apabila harus mengalah dulu untuk tidak mengudara pada saat itu. Ini menunjukkan bahwa vertical business adalah nomor dua di Elshinta," tutur Iwan.

Keterlibatan aktif pendengar juga lebih mengefisienkan proses produksi. Sebagai stasiun radio yang bisa didengar di seantero wilayah Indonesia karena berafiliasi dengan jaringan radio di berbagai daerah -- sekitar 60 mitra stasiun radio yang merilai siaran Elshinta – di setiap daerah, bahkan yang terpencil, Elshinta tidak memerlukan reporter khusus karena pendengar berperan sebagai penyiar kontributor. Iwan mengatakan, dari data terakhir, ada sekitar 150 ribu responden yang tercatat aktif sebagai kontributor Elshinta.

Menurut Iwan, tidak ada upaya khusus untuk membuat pendengar aktif berkontribusi karena hal ini atas kemauan mereka sendiri. Meskipun begitu, tiap tahun Elshinta selalu memberikan penghargaan kepada para pendengar yang paling banyak mengirimkan informasi, baik melalui telepon maupun SMS. Selain itu, ada juga penghargaan yang diberikan atas dasar kualitas berita, seperti ditemukannya potongan tubuh yang merupakan bagian kasus Ryan. "Siapa saja boleh, mereka loyal bukan karena diiming-imingi. Mereka senang memberikan informasi kepada sesama pendengar lain yang manfaatnya juga buat masyarakat," katanya.

Penerapan horizontal business ini, menurut Iwan, berdampak positif terhadap rating iklan. Elshinta selalu masuk dalam top ten list yang dikeluarkan AC Nielsen tiap empat bulan. Ini merupakan prestasi luar biasa karena berarti Elshinta bisa bersaing dengan radio-radio dangdut yang rating-nya juga tinggi. Iwan menuturkan, meskipun harga iklan di Elshinta dibanding radio lain termasuk cukup mahal, selalu ada waiting list pemasang iklan di radio ini. Pertumbuhannya rata-rata 10% per tahun, bahkan pada 2008 perolehan iklan mencapai Rp 20 miliar. "Itu semua karena dihargai oleh pemasang iklan. Ini bukan karena kuantitas saja tetapi kualitas pendengar Elshinta, orang-orang terdidik yang suka berita dan berdiskusi, selalu ingin tahu," ungkap Iwan.

Sementara itu, menurut Yohanes Yudistira, Direktur Utama Radio Sonora, kekuatan radio terletak pada tingkat kecepatan dan aktualitasnya. Radio dengan cepat dapat menyajikan gejala dari situasi lebih serius yang akan muncul, perkembangan situasi hingga akibat serta respons yang muncul dari peristiwa yang terjadi. Menurutnya, pihaknya pun menerapkan horizontal business agar lebih efisien karena dengan SDM-nya yang sangat terbatas, Sonora tidak mungkin menjangkau berbagai sudut Ibu Kota. "Peran paling besar dalam suplai pemberitaan peristiwa yang terjadi adalah dari masyarakat, karena merekalah yang langsung mengalami, menghadapi, melihat dan mendengar," katanya.

Sifat radio yang sangat praktis baik dari sisi penyajian, penerimaan maupun kemudahan pendengar untuk terlibat ini membuat radio menjadi personal sekaligus komunal. Radio juga menjadi sarana bagi pendengar untuk menyuarakan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, bahkan interaksi langsung dapat terjadi, baik antarpendengar maupun dengan para pejabat berwenang. Interaksi ini dapat diciptakan oleh radio dengan sangat cepat. Menurut Yohanes, saat ini telah terjadi perubahan metode bisnis dari vertikal ke horizontal. Value yang diterima masyarakat, baik sebagai penerima informasi maupun pemberi informasi, dengan sendirinya sudah menjadi tali pengikat bagi mereka untuk tetap loyal, tetap berperan.

Menurut Yohanes pula, strategi horizontal business yang sudah mulai banyak diterapkan stasiun radio tentu membuat persaingan makin seru. Toh, di matanya, setiap stasiun radio memiliki segmen masing-masing. Sonora sendiri target pasarnya kelas A dan B. "Dengan persaingan seperti ini, kami tetap optimistis dengan target market kami."

Sementara di mata Yoris Sebastian, CCO OMG Creative Consulting, penerapan horizontal business di beberapa perusahaan Indonesia belum maksimal. Ia melihat, Gen FM juga telah menggunakan pendengarnya untuk menentukan bagaimana acara yang akan disajikan, misalnya melalui focus group discussion (FGD). "Bagusnya memang merancang program dari pendengar. Misalnya, tanya kepada pendengar, kalau sore-sore suka program apa," ujarnya.

Yoris pun melihat, Elshinta menggunakan format siarannya berdasarkan masukan pendengar. Pendengar bisa ikut interaktif lewat acara dialog khusus, bahkan bisa menjadi penyiar dengan melaporkan suatu kejadian. Namun, menurutnya, sekarang seharusnya pendengar tidak hanya terlibat menjadi penyiar freelance karena ini sudah dilakukan sejak dulu. Dalam pandangannya, konsep horizontal yang bagus melibatkan pendengar dalam banyak hal, dari menjadi penyiar atau program director hingga pemasarannya. "Sangat mungkin membuat sebuah radio bersama pendengar," katanya.***

Riset: Sarah Ratna Herni
URL : http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=8856

Read More ..

02 Juli 2009

Karyawan dan Karyawati RRI Jayapura Demo

Puluhan karyawan dan karyawati Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) yang tergabung dalam Forum Karyawan-Karyawati LPP-RRI Jayapura menggelar aksi demo, Rabu lalu.

Demo yang digelar di halaman Stasiun RRI Tasangkapura, dipicu oleh adanya pelantikan Kepala LPP-RRI Jayapura Drs. Giyoto, MM, menggantikan pejabat lama David Alex Siahainenia di Jakarta.

Dalam aksinya para karyawan/i tersebut membawa sejumlah pamflet yang isinya antara lain 'Menolak dengan tegas pejabat yang baru dilantik di Jakarta, AN Giyoto, Kami menolak dengan tegas pejabat di luar Papua, Apabila tuntutan ini tidak dihraukan maka kami akan mogok kerjaĆ­, Direksi dalam menentukan kebijakan tidak mengacu pada amanat undang-undang Otsus, Saatnya orang Papua diberdayakan.'

Ketua Forum Karyawan/karyawati LPP-RRI Jayapura Engel Silubun mengatakan, aksi demo yang mereka lakukan merupukan akumulasi kekecewaan dari sejumlah kebijakan pusat yang dinilai tidak memihak orang Papua.

"Ini merupakan akumulasi dari beberapa kejadian yang sebelumnya, dimana banyak kebijakan yang salah dari Jakarta yang tidak memihak kepada Orang Papua," ungkapnya kepada wartawan, setelah aksi demo.

Ia mencontohkan, dari 9 stasiun RRI yang ada di Papua, hanya 2 stasiun yang dipimpin orang Papua dan sisanya ditunjuk dari Jakarta. "Dimanakah proses keadilan dan peluang orang Papua bisa berkembang serta memimpin di tanahnya sendiri," lanjutnya.

Sebelum pergantian kepala LPP-RRI Jayapura, menurut Engel, sempat bergulir 2 nama dari Papua yang diprediksikan mengisi jabatan tersebut. Namun kenyataannya, pejabat yang ditunjuk bukan berasal dari Papua. "Kami menolak pelantikan tersebut. Ini menandakan tidak adanya pengkaderan yang baik dari jakarta terhadap orang asli Papua," tegasnya.

Terkait hal itu, para karyawan/i menurut Engel, mengancam akan melakukan aksi mogok, apabila aspirasi mereka tidak mendapat tanggapan dari pusat. "Kami berikan waktu 1 minggu untuk memberikan jawaban jika tidak kami akan menghentikan semua pelayanan," tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala LPP-RRI Jayapura, Drs. Agus Panis, yang juga Kabid Tata Usaha saat menerima aspirasi para karyawan, berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Kepala LPP-RRI Jayapura yang baru. Namun para karyawan/i meminta agar aspirasi tersebut disampaikan ke direksi di Jakarta. (Cenderawasih Post)

Read More ..

26 Juni 2009

Radio Elshinta Akhirnya Memutar Lagu

Ya, begitulah yang kami dengar sendiri. Ini adalah yang kedua kalinya kami mendengar radio Elshinta memutar lagu. Kenapa? Pertanyaan kami adalah "Apakah kehabisan berita?". Setelah kami menelpon ke studio radio tersebut di 021-5869000, ternyata lagu yang diputar tersebut adalah tidak lain karena sebuah berita besar. Yang pertama kami dengar dulu adalah karena meninggalnya penyanyi favorit kami Chrisye. Lalu kemarin, Jum'at 25/6/2009, karena kematian legenda pop dunia Michael Jakcson.

Radio Elshinta membuat paket acara talkshow interaktif dengan para pendengarnya mengometari kematian Michael Jackson, cukup panjang dan tidak hanya sekali, tetapi berulang-ulang. Pada acara pagi hari, acara sore hari, malam hari dan pada acara interaktif dengan VOA News serta pada acara diskusi interaktif dinihari yang selalu dipenuhi oleh para narasumber dan komentar pendengar dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan uniknya, interaktif dini hari dimulai dengan wawancara dokter kepresidenan yang memahami benar apa itu jenis penyakit cardiac arrest, yang selalu disebut-sebut sebagai sebab kematian Michael Jackson.

Kami pikir ini adalah upaya Radio Elshinta yang kraetif, yang tidak terpaku pada format acaranya sebagai radio berita dan informasi. Kami banyak mengerti setelah menelpon dan mendapat penjelasan dari seorang Eksekutif Producer yang tak mau disebut namanya di Radio Elshinta. Terima kasih atas penjelasan anda.

Read More ..

25 Juni 2009

Selamat Jalan Michael Jackson

Kepergian Michael "Jacko" Jackson di usianya ke-50 tahun membuat dunia kehilangan. Indonesia pun demikian, karena beberapa musisi di Tanah Air sempat "latah" mengikuti gerak olah tubuh sang maestro pop tersebut.

Demikian diungkapkan pengamat musik, Denny Sakrie kepada Elshinta, Jumat (26/6). Menurut Denny, sebut saja Imaniar dan Glen Fredly.

"Kalau musisi Indonesia sebetulnya ada beberapa nama yang jelas-jelas terkait dengan musikalitas Michael Jackson, seperti Imaniar yang selalu membawakan lagu-lagu The Jackson Five. Ada juga Glen Fredly yang sekarang jadi penyanyi papan atas Indonesia. Dulunya berawal dengan kesukaan terhadap Michael Jackson. Di sebuah cafe di bilangan Blok M dia sering membawakan lagu-lagu Michael Jackson dengan sepersis mungkin," jelas Denny.

Blog Dunia Radio juga merasa kehilangan atas perginya manusia multitalenta dalam bidang seni musik dan pertunjukan ini. Lagu-lagunya selalu masuk dalam radio hits setiap muncul yang baru. Bahkan hingga saat ini, kita masih tetap tidak pernah merasa bosa dengan lagu-lagu Michael Jackson tersebut.

Radio dapat membuat program "Mengenang Michael Jackson" dengan memutar montage lagu-lagunya berbarengan dengan komentar-komentar dari para selebritis top Indonesia. Begitu juga para EO yang dapat saja menggelar pertunjukan dimana-mana. Bukan karena mengambil untung dari kematian Jacko, tetapi memang begitulah selalu, seorang bintang tak pernah meninggalkan kesepian...

Selamat jalan bintang besar musik pop, semoga keabadian karya-karyanya senantiasa mempengaruhi kreatifitas musisi dunia lainnya.

Read More ..

15 Juni 2009

Bhinneka Tunggal Ika Radio PPI Dunia

Radio Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia diawaki 45 penyiar beragam latarbelakang. Mereka ini merupakan cerminan dari Bhineka Tunggal Ika, semboyan bangsa.

Hal itu disampaikan Koordinator Penyiar Radio PPI Dunia Honesty Yanwirsal dari PPI Jerman kepada detikcom hari ini, Sabtu (16/5/2009). Radio para pelajar Indonesia sedunia tersebut akan diluncurkan Senin lusa.

"Variasi warna telah terbukti dengan bersatunya 45 penyiar di bawah naungan satu radio bersama Radio PPI Dunia. Mereka sedang studi di berbagai negara dengan karakter dan ciri khas masing-masing," ujar Honesty, yang akrab disapa Inest.

Menurut Inest, Radio PPI Dunia merupakan simbol istimewa karya anak bangsa yang tak ternilai, di mana rasa persatuan dan cinta terhadap bangsa terbangun dan tumbuh melalui suara pemuda Indonesia di seluruh dunia.

Konten Program

Koordinator Program sekaligus Sekjen PPI Belanda Yohanes 'Masboi' Widodo kepada detikcom mengatakan bahwa program-program Radio PPI Dunia berkonsep citizen broadcasting ini mempunyai keunikan tersendiri, meliputi informasi, edukasi, kontrol sosial dan hiburan.

Untuk materi informasi akan disajikan dalam format berita, feature tentang dinamika yang terjadi di Indonesia dan dunia. Sedangkan untuk edukasi akan menyajikan materi pendidikan, seperti penemuan-penemuan terbaru di bidang iptek.

Sementara sebagai media kontrol sosial Radio PPI Dunia akan menyampaikan informasi dan kritik sosial ala pelajar dan mahasiswa. Dan sebagai hiburan, radio ini akan menghibur sobat PPI Dunia dengan program sajian salam dan lagu.

Menurut Masboi, radio ini diharapkan bisa menjadi ruang publik untuk melihat, mengkaji, mendiskusikan, dan mencari masukan menuju Indonesia yang lebih baik.

"Apalagi karena sumber daya radio ini adalah para pelajar Indonesia yang terdidik di luar negeri. Mereka bisa saling menularkan ilmu, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan lewat radio ini," tandas Masboi.

Ada tiga program andalan radio ini, yakni paket berita, perbincangan dan musik berupa salam dan lagu, tangga lagu, atau sajian musik bertema tertentu. (detik.com)

Read More ..

10 Juni 2009

Raja Baudouin Hadiahkan Rp2 Miliar kepada KBR68H

Dewan Gubernur Yayasan Raja Baudouin memutuskan memberikan penghargaan "King Baudouin International Development Prize" dan uang 150.000 euro atau sekitar Rp2 miliar kepada Kantor Berita Radio 68H (KBR68H).

Duta Besar Belgia untuk Indonesia Mare Trenteseau di Jakarta pada Rabu mengatakan, King Baudouin International Development Prize, yang memberikan penghargaan sejak 1978, saat ini memiliki "rujukan klasik" hadiah 150.000 euro diberikan setiap dua tahun oleh dewan gubernur yayasan itu.

"Penghargaan ini juga diberikan kepada pemenang atas keterbukaan dan publisitas internasional," kata Trenteseau.

Trenteseau mengatakan, penghargaan tersebut diserahkan kepada Direktur KBR68H Santoso oleh Piot, ketua yayasan itu, yang dihadiri oleh anggota Kerajaan Belgia di istana negeri tersebut pada 19 Mei.

Ia menambahkan, untuk sumbangsihnya terhadap usaha memajukan taraf hidup masyarakat, KBR68H melakukan penguatan demokrasi, pengembangan toleransi dan peranserta aktif masyarakat.

Dengan cara membuat dan menyebarkan informasi bermutu melalui jaringan radio di daerah dalam memromosikan etika jurnalistik di dunia media.

Tujuan pemberian penghargaan itu adalah untuk memberikan pengakuan terhadap perseorangan atau organisasi, yang memberikan iuran sangat penting terhadap pembangunan di belahan bumi selatan.

"Atau sebagai bentuk kesetiakawanan antara negara industri dan negara berkembang," katanya.

Keistimewaan lain dari penghargaan itu adalah pemenangnya terdiri atas bidang beraneka ragam, mulai dari pemberantasan buta huruf sampai memberikan pendidikan kepada masyarakat pedalaman, alih teknologi, bentuk baru pinjaman dan hak asasi manusia.

Direktur Utama KBR68H Santoso mengatakan, uang hadiah tersebut rencananya digunakan untuk melengkapi sarana dan prasarana di studio radio.

"Mungkin, dana tersebut kami gunakan untuk meningkatkan alat studio, yang lebih canggih," katanya.

Read More ..

09 Juni 2009

RRI Gelar Festival Lagu Melayu Tingkat Nasional

Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) menggelar festival Lagu Melayu tingkat nasional di Kota Pekanbaru, Riau, Minggu.

Direktur Utama LPP RRI, Parni Hadi, pada jumpa pers di Pekanbaru mengatakan, festival tersebut merupakan grand final yang mempertemukan sebanyak 52 penyanyi dari 26 daerah di seluruh Indonesia.

"Para penyanyi yang akan tampil pada festival lagu Melayu ini adalah para juara yang sudah disaring di 26 kantor perwakilan RRI di seluruh Indonesia," katanya.

Menurut Parni Hadi, pergelaran tersebut bertujuan untuk mengembangkan kesenian melayu yang sudah menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia. Festival ini sudah digelar RRI sejak 12 tahun lalu.

Ia mengatakan, peminat festival tersebut mengalami peningkatan dilihat dari jumlah pesertanya.

Sebelumnya, festival lagu Melayu hanya diikuti oleh 15 daerah perwakilan, namun tahun ini melonjak jadi 26 perwakilan.

"Secara kuantitas, festival ini mengalami peningkatan. Namun, untuk melihat peningkatan kualitasnya, kita tentu memerlukan kajian terlebih dulu," ujarnya.

Ia menjelaskan, pagelaran budaya itu akan digelar selama dua hari mulai tanggal 7 hingga 8 Juni 2009. Festival dipusatkan di Jalan Cut Nyak Dien, dan pembukaannya direncanakan akan dilakukan oleh Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Ia menambahkan, para peserta diberi kebebasan untuk memilih 24 lagu melayu yang sudah disiapkan, seperti tembang Lancang Kuning, Hitam Manis dan Makan Sirih.

Sedangkan, dewan juri terdiri dari tiga juri nasional dan seorang juri dari tingkat lokal. Direncanakan, pemenang festival lagu Melayu akan diikutkan dalam festival serupa di tingkat regional Asia Tenggara.

"Kami berkomitmen untuk terus mengevaluasi festival lagu Melayu, dan diharapkan pada tahun-tahun yang akan datang akan lahir para seniman nasional dari acara ini," katanya. (Kompas.com)

Read More ..

07 Juni 2009

Radio Tetap Digemari Masyarakat Amerika

Hampir 100% dari warga Amerika menikmati radio yang mudah dibawa dan meraka senang dengan adanya radio sebagai sumber hiburan, berita, cuaca, lalu lintas dan informasi lainnya. Sebuah survei nasional yang dilakukan oleh Rasmussen Pulse menemukan bahwa inisiatif untuk mendengarkan radio telah meningkat. Di antara temuan lainnya adalah sekitar tiga dari empat orang, senang menemukan musik baru dan artis baru melalui radio, dan 86% percaya bahwa radio berhasil memberikan teknologi baru.

Read More ..

04 Juni 2009

Perda PT. Radio Kanjuruhan Akan Dicabut

Gonjang ganjing soal penyertaan modal Rp 1 miliar pada Radio Kanjuruhan berbuntut pada rencana pencabutan Perda No 7 tahun 2004 tentang PT Radio Kanjuruhan FM. Sebab, praktiknya tidak bisa melaksanakan amanah dalam Perda itu, yaitu menjadikan Radio Kanjuruhan milik Pemkab Malang itu menjadi PT. Sebab hingga kini, Perda tersebut memang tidak ditindaklanjuti dengan akta notaris serta juknis dari Bupati Malang.

“Yang tidak kita antisipasi adalah ternyata ketika Perda itu keluar, ada peraturan pemerintah tentang kuota kanal buat radio yang sudah ada,” terang Kukuh Banendro, Kabag Humas Pemkab Malang, Rabu (3/6). Namun Kukuh tidak menjelaskan mengapa baru tahun ini Perda itu bakal dicabut, padahal sejak dulu tidak berfungsi.

Sementara regulasi yang disebut Kukuh adalah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 11 Tahun 2005 tentang Penyelenggara Penyiaran Lembaga Penyiaran Publik (LPP).

“Karena kuota kanalnya untuk di Malang hanya untuk 10 radio, padahal yang mendaftar sebanyak 50 radio. Radio Kanjuruhan termasuk yang tidak mendapat kanal. Sehingga sejak diberlakukan Perda tersebut pada 2005, tidak segera ditindaklanjuti dengan akta notaris,” tutur Kukuh.

Karena itu, hingga kini label PT pada Radio Kanjuruhan tidak pernah ada. Tapi Bagian Humas yang mengelola radio tersebut tidak mempermasalah jika media elektronik ini hanya menjadi LPP (Lembaga Penyiaran Publik).

“Dengan jadi PT, waktu itu asumsinya bisa memperbanyak pendapatan daerah. Tapi kalau kondisinya tidak ada kanal, ya hanya jadi LPP. Orientasi mencari iklannya memang tidak sebanyak menjadi PT,” ujarnya.

Rencana pencabutan Perda No 7 ini akan dilakukan oleh Bagian Hukum yang saat ini memang tengah menginventaris sejumlah perda yang sudah tidak sesuai kondisi terkini. “Berapa banyak perda yang sudah kadaluarsa masih kita inventarisasi,” tambah Nurcahyo, Kabag Hukum secara terpisah. Sejauh ini, lanjutnya, aktivitas di bekas RKPD ini tetap berlangsung seperti biasa. (Surya)

Read More ..

31 Mei 2009

Radio MTA Solo "Disemprit" KPID

Radio Majlis Tafsir Alquran (MTA) Solo "disemprit" Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah (Jateng) karena dinilai meresahkan dan menyinggung sebagian kelompok umat Islam.

Anggota KPID Jateng Divisi Pengawasan Isi Siaran, Zainal Abidin Petir di Semarang, Sabtu mengatakan, isi dakwah radio tersebut meresahkan.

"Materi dakwah tersebut biasanya disampaikan oleh Ketua Tafsir Alquran Solo, Ahmad Sukino melalui radio miliknya tersebut dan disiarkan sampai ke berbagai pelosok desa di Jateng," katanya.

Menurut dia, isi dakwah tersebut terlalu sensitif bagi kelompok umat Islam tertentu, misalnya, dia (Sukino, red.) sering menyebutkan tentang tidak perlunya peringatan bagi orang yang telah meninggal pada hari ketiga, ketujuh, sampai peringatan 1.000 hari.

"Padahal, umat Islam dari golongan tertentu telah lazim melakukan peringatan tersebut, terutama kaum Nahdlatul Ulama (NU)," katanya.

Oleh karena itu, daripada nantinya menimbulkan dampak yang tidak baik, maka pihaknya memberikan teguran.

Ia menilai materi siaran radio MTA tersebut melanggar peraturan KPI Nomor 2/2007 dan Nomor 3/2007 tentang pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran.

"Terlebih lagi, radio yang digunakan sebagai dakwah tersebut ternyata belum memiliki izin prinsip siaran," katanya.

Menurut dia, radio MTA saat ini baru mengantongi rekomendasi kelayakan, namun radio tersebut dapat mengantongi izin jika mau mengubah isi siaran dakwahnya.

"Kami sudah melakukan pemanggilan, dan mereka siap memperbaiki isi ceramahnya," kata dia.

Secara ideal, sebenarnya isi siaran dakwah yang disiarkan harus mengandung tema kerukunan antar umat baik seagama dan antar umat beragama, tidak menimbulkan keresahan, dan memberikan suasana yang sejuk, kata dia.

"Hal ini sangat penting, sebab frekuensi yang digunakan radio dalam melakukan siaran adalah milik publik, sehingga tidak boleh melakukan siaran seenaknya dan menyinggung kelompok lain," katanya.

Ia menjelaskan, dakwah dengan menggunakan media radio berbeda dengan dakwah di tempat umum, seperti di musholla atau masjid, sebab radio hanya bersifat searah dan tidak terjadi dialog.

"Sementara, dakwah di tempat umum bisa dilakukan dengan dialog, sehingga apabila ada yang kurang jelas dapat diperjelas, dipertanyakan, bahkan dikritik," katanya. (Kompas.com)

Read More ..